Wacana Kecerdasan Perempuan dalam Media Digital: Kritik Hadis Naqisatul Aql dan Representasi Tagline The Last Woman Standing di TikTok

Authors

  • Siti Nurul Azizah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Indonesia Author
  • Fajar Ali Hasan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i3.703

Keywords:

Hadis Naqisatul Aqli, Fatima Mernissi, Hermeneutika Hadis, Netnografi, Stuart Hall, Kesetaraan Gender

Abstract

Penelitian ini menganalisis tagline “The Last Woman Standing” pada unggahan TikTok tentang tiga kontestan perempuan Clash of Champions Ruangguru, yaitu Shakira Amirah (season satu), Roche (season dua), dan Nasywaa Ramadhanti Fauzi (season tiga). Representasi di media digital turut membentuk persepsi publik atas kapasitas intelektual perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM). Penelitian ini memakai metode kualitatif netnografi dengan dua kerangka yang diterapkan sejajar pada data yang sama, yaitu hermeneutika hadis Fatima Mernissi dan teori representasi Stuart Hall. Data dipilih secara purposif (purposive sampling) dari kontestan yang tampil pada babak akhir dan unggahan dengan jumlah suka atau tayangan di atas seribu, yaitu tujuh unggahan, dua halaman Discover TikTok, delapan unggahan teratas hasil pencarian, dan lima belas komentar teratas. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, doktrin naqhisatul aql, yang dikritik Mernissi melalui investigasi historis atas hadis Abu Bakrah, masih tampak implisit dalam tagline yang mengodekan arena eksakta sebagai ruang pria. Kedua, pola encoding konsisten membingkai kontestan perempuan sebagai pengecualian, sedangkan decoding audiens terbagi pada posisi dominan, negosiasi, dan oposisional. Ketiga, sintesis kedua kerangka menunjukkan bahwa pengakuan atas kapasitas perempuan bersifat bersyarat, yakni perempuan diakui apabila capaiannya setara atau melampaui peserta pria.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afif, N., dkk. (2021). Konsep kesetaraan gender perspektif Fatima Mernissi dan implikasinya dalam pendidikan Islam. IQ (Ilmu Al-Qur’an): Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 229–242.

Akbar, S. N. A. F. (2023). Tingkat kesadaran mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin terhadap kesetaraan gender. Karya Pengabdian Ilmiah UNHAS. https://journal.unhas.ac.id/index.php/kpiunhas/id/article/view/12587

Asniah, Huriani, Y., & Zulaiha, E. (2023). Kesetaraan gender dalam perspektif hukum Islam. Socio Politica: Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi, 13(1), 23–34. DOI: https://doi.org/10.15575/socio-politica.v13i1.25388

https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/socio-politica/article/view/25388

Ayaz, H. (2023). Methodological approaches used in the works of Fatima Mernissi on issues of Islam and gender equality. International Journal of Social Sciences, 7(29), 236–246. https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=1147414

@clashofchampionsofficial. (2026, 28 Juni). Nasywaa GG banget geees!! Menyala Queen [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@clashofchampionsofficial/video/7656454650538773780

Hall, S. (1997). The work of representation. Dalam S. Hall (Ed.), Representation: Cultural representations and signifying practices (hlm. 13–74). Sage Publications. https://www.taylorfrancis.com/chapters/edit/10.4324/9780429355363-15/work-representation-stuart-hall

Huber, B., & Quesada-Baena, L. (2023). Women scientists on TikTok: New opportunities to become visible and challenge gender stereotypes. Media and Communication, 11(1), 240–251. https://www.ssoar.info/ssoar/handle/document/88142

https://doi.org/10.17645/mac.v11i1.6070

Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (ed. ke-3). Sage Publications.

@kukis.almond. (2026, 19 Agustus). Nasywaa’s journey to the Top 2 in COC Season 3 [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@kukis.almond/video/7675549153744702740

Mernissi, F. (1991). The veil and the male elite: A feminist interpretation of women’s rights in Islam (M. J. Lakeland, Penerj.). Addison-Wesley.

Mernissi, F. (1994). Dreams of trespass: Tales of a harem girlhood. Addison-Wesley.

Mernissi, F. (1996). Women’s rebellion and Islamic memory. Zed Books.

Munfarida, E. (2016). Perempuan dalam tafsir Fatima Mernissi. Jurnal Maghza, 1(2).

Muth’iah, A. (2014). Analisis pemikiran Fatima Mernissi tentang hadis-hadis misoginis. Jurnal Diya Al-Afkar, 2(1).

Novianti, I. (2023). Konsep hijab dalam pemikiran Fatima Mernissi. Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak, 6(2).

NurKholidah. (2014). Kritik hadis perspektif gender (Studi atas pemikiran Fatima Mernissi). Holistik, 15, 77–98.

Pengguna TikTok. (t.t.-a). Perjalanan Nasywaa menuju dua besar dengan sound perempuan paling cantik di negeriku [Video]. TikTok. Diakses 24 September 2026, dari https://vm.tiktok.com/ZSbRYqoBy/

Pengguna TikTok. (t.t.-b). Perjalanan Nasywaa menuju dua besar dengan sound perempuan paling cantik di negeriku [Video]. TikTok. Diakses 24 September 2026, dari https://vm.tiktok.com/ZSbRYse2E/

Rahmah, S. (2018). Pengaruh hijab perempuan pada tata ruang rumah tinggal Muslim. Egalita: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender.

Rahmatunnur, S., Aramina, & Mufidah Ch. (2023). Pandangan Fatima Mernissi tentang kepemimpinan perempuan di wilayah publik perspektif teori feminisme eksistensialis. EGALITA: Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender, 18(1), 51–65.

Rohendi, L., & Shamsu, L. S. H. (2023). Gender dalam pendidikan Islam, perspektif Fatima Mernissi. Jurnal Iman dan Spiritualitas, 3(2), 269–278.

Ruangguru. (2025a, Agustus). Profil Dean, mahasiswa Aktuaria ITB di COC Season 2! https://www.ruangguru.com/blog/profil-dean-clash-of-champions-season-2

Ruangguru. (2025b, 30 Agustus). Rekap game Clash of Champions (COC) Season 2 di episode 16. https://www.ruangguru.com/blog/episode-16-clash-of-champions-season-2

Ruangguru. (2025c, Juli). Rekap game episode 1 Clash of Champions (COC) Season 2. https://www.ruangguru.com/blog/episode-1-clash-of-champions-season-2

Ruangguru. (2026a, Juli). Game COC Season 3 episode 1: Arithmetic Stereo & Aroma Master. https://www.ruangguru.com/blog/game-episode-1-clash-of-champions-season-3

Ruangguru. (2026b, 29 Juni). Nasywaa, second winner of Clash of Champions Season 3. https://www.ruangguru.com/blog/profil-nasywaa-clash-of-champions-season-3

@ruangguru. (2025, 18 Agustus). Vibes TOP 3 Clash of Champions Season 2 [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@ruangguru/video/7539921949640871176

@ruangguru. (2026, 22 Agustus). Congratulations Rexx menjadi THE WINNER OF CLASH OF CHAMPIONS SEASON 3 dan Nasywaa menjadi Runner-up [Video]. TikTok. https://www.tiktok.com/@ruangguru/video/7676845050302614804

Setiawan, E. (2019). Studi pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender dan diskriminasi terhadap perempuan dalam panggung politik. Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak, 14(2), 221–236.

Sutrisno, A., & Dini S. (2022). Konsep kesetaraan gender perspektif Fatima Mernissi. Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir, 4(2).

TikTok. (t.t.-a). Juara 1 Clash of Champions Shakira [Halaman Discover]. Diakses September 2026, dari https://www.tiktok.com/discover/juara-1-clash-of-champions-shakira

TikTok. (t.t.-b). Strategi cerdas Nasywa, vote out diri sendiri bikin tim juara 1 [Halaman Discover]. Diakses September 2026, dari https://www.tiktok.com/discover/nasywa

Werdhaningtyas, T. D., Utari, P., & Anshori, M. (2024). Non-binary and androgynous gender representation of TikTok influencers in the digital era. Widya Journal of Communication Science.

Downloads

Published

2026-10-22

How to Cite

Azizah, S. N., & Hasan, F. A. (2026). Wacana Kecerdasan Perempuan dalam Media Digital: Kritik Hadis Naqisatul Aql dan Representasi Tagline The Last Woman Standing di TikTok. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(3), 538-561. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i3.703