Analisis Komparatif Hukum Penggunaan IUD Menurut Organisasi Islam Indonesia dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī'ah

Authors

  • Putriyana Rahayu Institut Agama Islam PERSIS Garut, Indonesia Author
  • Hanifa Chaerani Institut Agama Islam PERSIS Garut, Indonesia Author
  • Ariesta Widia Kriesta Institut Agama Islam PERSIS Garut, Indonesia Author
  • Gun Gun Abdul Basit Institut Agama Islam PERSIS Garut, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i3.585

Keywords:

Fiqh Muqāran, Maqāṣid al-Syarī'ah, Kontrasepsi, Organisasi Islam Indonesia

Abstract

Penggunaan Intrauterine Device (IUD) sebagai metode kontrasepsi modern masih menjadi perdebatan dalam hukum Islam karena berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī'ah). Penelitian ini mengkaji pandangan hukum tiga organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Persatuan Islam (PERSIS), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah, mengenai penggunaan IUD. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi dasar argumentasi hukum masing-masing organisasi dalam menilai penggunaan IUD; (2) membandingkan metodologi istinbāṭ hukum ketiga organisasi tersebut; dan (3) menjelaskan status hukum penggunaan IUD dalam kerangka maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-komparatif (fiqh muqāran) melalui studi kepustakaan terhadap dokumen fatwa resmi, putusan organisasi, kitab fikih klasik dan kontemporer, serta literatur kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERSIS, NU, dan Muhammadiyah sama-sama menolak kontrasepsi yang menyebabkan kemandulan permanen dan menekankan pentingnya menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl). Namun, ketiganya berbeda dalam menilai IUD: PERSIS secara historis menempatkan IUD sebagai metode yang tidak dibenarkan berdasarkan keputusan Dewan Hisbah 1993, sedangkan NU dan Muhammadiyah pada umumnya membolehkannya karena bersifat sementara dan reversibel. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī'ah, penggunaan IUD lebih tepat dikategorikan sebagai tanẓīm al-nasl (pengaturan kelahiran) daripada taḥdīd al-nasl (pembatasan keturunan), sehingga status hukumnya bergantung pada tujuan penggunaan, kondisi kesehatan, dan kemaslahatan yang ingin diwujudkan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Nawawi, Y. ibn S. (2005). Sharh Sahih Muslim. Dar al-Fikr.

Al-Qaradawi, Y. (1997). The Lawful and the Prohibited in Islam. American Trust Publications.

Al-Raysuni, A. (2005). Imam al-Shatibi’s Theory of the Higher Objectives and Intents of Islamic Law. IIIT.

Al-Zuhayli, W. (2011). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh. Dar al-Fikr.

Anwar, S. (2021). Fatwa dan Ijtihad Dewan Hisbah Persis. Persis Press.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. IIIT.

Auda, J. (2022). Re-envisioning Islamic Scholarship. IIIT.

BKKBN. (2024). Statistik Program Bangga Kencana Tahun 2024. BKKBN.

Burhani, A. N. (2016). Muhammadiyah Berkemajuan. Mizan.

Cleland, J. (2017). Contraception and Health. The Lancet, 390(10108), 242–254.

Dewan Hisbah Persatuan Islam. (1993). Keputusan Sidang Dewan Hisbah VIII tentang Keluarga Berencana. PP Persis.

Dewan Hisbah PP Persis. (2015). Himpunan Putusan Dewan Hisbah Persis. PP Persis.

Dusuki, A. W., & Abdullah, N. I. (2021). Maqasid al-Shariah: Theory and Application. ISRA.

Glasier, A., & Gebbie, A. (2020). Family Planning and Reproductive Health Care (6th ed.). Elsevier.

Hartanto. (2010). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan.

Kamali, M. H. (2008). Shariah Law: An Introduction. Oneworld.

Mahfudh, S. (2011). Nuansa Fiqh Sosial. LKiS.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. (2018). Himpunan Putusan Tarjih. Suara Muhammadiyah.

Mendra Wijaya, Bayu Pranomo, Andi Batary Citta, & Sumardi Efendi. (2025). Metodologi Penelitian: Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualtatif, dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.

Mughits, A. (2018). Bahtsul Masail dan Dinamika Fikih Nahdlatul Ulama. Al-Ahkam, 28(2), 145–164.

Muslim ibn al-Hajjaj. (n.d.). Sahih Muslim. Dar Ihya’ al-Turath al-’Arabi.

Nashir, H. (2019). Islam Berkemajuan. Suara Muhammadiyah.

Nelson, D. B. (2019). Intrauterine Contraception. New England Journal of Medicine, 381(11), 1040–1048.

Opwis, F. (2019). Maqasid al-Shariah and Contemporary Islamic Legal Theory. Brill.

Sachedina, A. (2009). Islamic Biomedical Ethics. Oxford University Press.

Trussell, J. (2020). Long-Acting Reversible Contraception. Obstetrics and Gynecology, 135(2), 423–435.

World Health Organization. (2022). Family Planning: A Global Handbook for Providers. WHO.

World Health Organization. (2024). Contraception and Family Planning Fact Sheet. WHO.

Zahro, A. (2018). Tradisi Intelektual NU. LKiS.

Zakaria, A. (2018). Manhaj Dewan Hisbah Persis dalam Istinbath Hukum. Persis Press.

Downloads

Published

2026-10-22

How to Cite

Rahayu, P., Chaerani, H., Widia Kriesta, A., & Gun Abdul Basit, G. (2026). Analisis Komparatif Hukum Penggunaan IUD Menurut Organisasi Islam Indonesia dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(3), 352-364. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i3.585