Analisis Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks dan Misinformasi Berdasarkan Nilai-Nilai Islam

Authors

  • Chania Meiyanti Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Indonesia Author
  • Syifa Purnama Agustian Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Indonesia Author
  • Raden Muhammad Hilmi Purnama Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/arini.v3i1.554

Keywords:

Literasi Media, Pendidikan Islam, Hoaks, Disinformasi, Kesadaran Kritis, Nilai-nilai Islam

Abstract

Transformasi era digital saat ini membawa dampak yang besar terhadap tingkat kebenaran dan keabsahan informasi yang tersebar di tengah masyarakat. Fenomena penyebaran berita bohong dan informasi menyesatkan melalui aplikasi media sosial menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi semua kalangan. Oleh karena itu, kemampuan literasi media menjadi kompetensi esensial yang penting untuk diasah secara maksimal, terlebih lagi dalam sistem pendidikan Islam yang memprioritaskan pembentukan kepribadian dan akhlak yang baik. Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk menelaah pola penguatan literasi media dalam ranah pendidikan Islam sebagai satu cara membangun daya kritis remaja Muslim sekaligus mencegah menyeludupnya berita tidak benar di lingkungan sekolah. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan studi pustaka, yang menelaah berbagai sumber referensi yang bersangkutan tentang literasi media, keilmuan pendidikan Islam, dan perubahan informasi digital. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem pendidikan Islam sumbernya memiliki fondasi nilai moral dan spiritual yang kuat untuk menciptakan perilaku cermat, berhati-hati, dan beretika dalam menggunakan berbagai media. Literasi media berbasis nilai-nilai Islam, diantaranya tabayyun (ketelitian dalam menyaring informasi), shidq (kejujuran), serta amanah (akuntabilitas), dapat dijalankan melalui pendekatan pembelajaran yang praktis, melibatkan, dan sesuai dengan realitas teknologi masa kini. Berdasarkan pengamatan ini, pendidikan Islam dapat difungsikan tidak hanya sebagai tempat penyampaian materi agama, melainkan juga sebagai benteng moral yang kuat dalam menghadapi segala tantangan informasi digital. Penelitian ini memberikan saran pentingnya memasukkan materi literasi media kedalam  struktur kurikulum pendidikan Islam serta mengadakan pengembangan kemampuan tenaga pengajar dalam topik ini sebagai tindakan nyata untuk meningkatkan kekuatan daya tangkal informasi dan kebijaksanaan belajar dalam menghadapi dinamika informasi yang pelik dan penuh kontroversi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buwono, S., & Dewantara, J. A. (2020). Hubungan media internet, membaca, dan menulis dalam literasi digital mahasiswa. Jurnal Basicedu, 4(4), 1186–1193. DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.526

Eshet, Y. (2004). Digital literacy: A conceptual framework for survival skills in the digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93–106. https://www.learntechlib.org/primary/p/4793/.

Gilster, P., & Glister, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub. New York.

Juditha, C. (2018). Hoax communication interactivity in social media and anticipation (Interaksi komunikasi hoax di media sosial serta antisipasinya). Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44. DOI : 10.30818/jpkm.2018.2030104

Livingstone, S. (2004). Media literacy and the challenge of new information and communication technologies. The Communication Review, 7(1), 3–14. https://doi.org/10.1080/10714420490280152

Martin, A. (2006). A European framework for digital literacy. Nordic Journal of Digital Literacy, 1(2), 151–161. https://doi.org/10.18261/ISSN1891-943X-2006-02-06

Nasrullah, R. (2017). Blogger dan digital word of mouth: getok tular digital ala blogger dalam komunikasi pemasaran di media sosial. Jurnal Sosioteknologi, 16(1), 1–16. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.1

Nata, A. (2018). Pendidikan Islam di era milenial. Conciencia, 18(1), 10–28. https://doi.org/10.19109/conciencia.v18i1.2436

Potter, W. J. (2018). Media literacy. Sage publications.

Prothero, S., & Kerby, L. R. (2015). The irony of religious illiteracy in the USA. In Religious literacy in policy and practice (pp. 55–76). Policy Press. DOI: https://doi.org/10.51952/9781447316671.ch004

Ramayulis, H. (2004). Ilmu pendidikan islam.

Restianty, A. (2018). Literasi digital, sebuah tantangan baru dalam literasi media. Gunahumas, 1(1), 72–87. DOI: https://doi.org/10.17509/ghm.v1i1.28380

Suryadilaga, M. A. (2019). Kurikulum Hadis Berbasis It Dalam Perspektif Generasi Millenial. Prosiding Seminar Ilmu Hadis, 1.

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Meiyanti, C., Purnama Agustian, S., & Hilmi Purnama, R. M. (2026). Analisis Literasi Digital dalam Menghadapi Hoaks dan Misinformasi Berdasarkan Nilai-Nilai Islam. Arini: Jurnal Ilmiah Dan Karya Inovasi Guru, 3(1), 159-172. https://doi.org/10.71153/arini.v3i1.554