Metode Tafshil Dalam Pendidikan Islam: Kajian Konseptual Dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Modern
DOI:
https://doi.org/10.71153/arini.v3i1.593Keywords:
Metode Tafshil, Pendidikan Islam, Pembelajaran Modern, Kajian KonseptualAbstract
Metode pendidikan dalam Islam disebut “Thariqatut Tarbiyah”. Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam Al-Qur'an dan hadits kita menemukan beberapa metode pendidikan yang dapat kita gunakan untuk menggugah kehati-hatian dalam menerima pembelajaran siswa. Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang metode tafhsil dalam pendidikan Islam, metode tafshil merupakan suatu konsep yang dapat diterapkan atau cara memuat penjelasan guru terhadap bahan ajar secara mendetail dan menyertakan bukti-bukti ilmiah pendukung agar dapat memberikan pemahaman bagi siswa. Penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam, teknik pembelajaran, dan teori belajar modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafshil memiliki basis yang kuat dalam tradisi pendidikan Islam, terutama dalam hal proses penjelasan materi yang berfokus pada pemahaman, penguatan konsep, dan internalisasi nilai. Metode ini sangat penting untuk pembelajaran modern karena sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivistik, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan strategi pembelajaran bertahap (scaffolding). Selain itu, melalui penyajian materi yang terstruktur dan komprehensif, metode tafshil dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif. Dengan demikian, metode tafshil dapat menjadi salah satu pendekatan pedagogis yang berguna untuk mengatasi tantangan pendidikan modern sambil tetap mempertahankan nilai-nilai dasar pendidikan Islam.
Downloads
References
Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam. ISTAC.
Anshori, I., & Damayanti, E. (2023). Transformasi pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 155–170.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Kencana.
Hasanah, I., Husna, A., Ikmal, H., & Sayyi, A. (2025). Konsep scaffolding dalam perspektif pendidikan Islam: Analisis pemikiran Ibn Khaldun dan Vygotsky. Akademika: Jurnal Pendidikan Islam, 19(1).
Nata, A. (2012). Ilmu pendidikan Islam. Kencana Prenada Media Group.
Qusairi, M., Mizani, H., & Djamarah, S. B. (2025). Internalisasi nilai Islam melalui deep learning: Kerangka perencanaan pembelajaran PAI yang kontekstual dan reflektif. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan.
Rahmatullah, A. (2025). Makna dan urgensi deep learning bagi peserta didik dalam perspektif pendidikan agama Islam. Ta’limuna: Jurnal Pendidikan Islam.
Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Suryadi, B., Lewis, J., Suprananto, & Hikamudin, E. (2025). Deep learning as a new paradigm in Islamic religious education in madrasahs: A literature review. IQRO: Journal of Islamic Education.
Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.
Uriawan, W., Firmansyah, D., Mulyana, D., Pratama, D. H. F., Lerian, A. J., & Wiguna, F. S. (2025). Gamification-based learning method for Hijaiyah letters. arXiv.
Yasyakur, M., Mujahidin, E., Lisnawati, S., Herman, H., & Adibah, I. Z. (2025). Metodologi pembelajaran tahfiz dengan pendekatan deep learning di sekolah berbasis Islam. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Zainur, S., Marlina, D., Aprizaldi, & Irfanda, H. (2025). Deep learning pembelajaran mendalam di lembaga pendidikan Islam: Literature review. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahimi Rahimi, Iin Meriza (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









