Identifikasi Kesulitan Membaca Siswa SMP melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Self-Regulated Strategy Development (SRSD): Sebuah Pendekatan Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.71153/arini.v3i1.479Keywords:
Kesulitan Membaca, Siswa, Self-Regulated Strategy DevelopmentAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai kesulitan belajar membaca siswa serta pendekatan pembelajaran yang mampu membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test dan wawancara dilakukan dengan siswa, orang tua, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menghadapi tantangan dalam pengenalan huruf dasar alfabet sehingga menyebabkan penurunan prestasi akademik. Selain itu wawancara dengan orang tua mengungkapkan bahwa aktivitas diluar akademik menjadikan siswa tidak terkontrol ketika berada dirumah dengan lebih banyak menghabiskan bermain dan penggunaan gadget yang sering sehingga mampu mengurangi efektivitas belajar siswa. Guru mencatat sisa kurang teliti dalam menyelesaikan tugas sekolah dan sering tidak bisa membandingkan huruf alfabet yang hampir sama. Ketika digunakan metode pembelajaran Self-Regulated Strategy Development (SRSD) siswa mulai mampu mengelola waktu belajar dengan baik dan siswa sudah mampu membedakan huruf alfabet dan sudah bisa membaca secara perlahan-lahan. Maka dapat disimpulkan bahwa strategi penerapan pembelajaran Self-Regulated Strategy Development (SRSD) dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca dan meningkatkan prestasi akademik siswa.
Downloads
References
Abidin, Y. (2010). Strategi membaca: Teori dan pembelajarannya. Rizqi Press.
Akhidah, M., dkk. (1993). Bahasa Indonesia 2: Materi pokok pendidikan bahasa Indonesia di SD. Universitas Terbuka.
Azizurohmah, A. (2017). Strategi guru dalam menangani kesulitan belajar disleksia pada pembelajaran kelas III B di MI Islamiyah Jabung Malang.
Ennis, R. P., Jolivette, K., & Boden, L. J. (2013). Education and Treatment of Children, 36 (3), 81-99. https://doi.org/10.1353/etc.2013.0026
Fauzi, F. (2018). Karakteristik Kesulitan belajar membaca pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Perspektif Ilmu Pendidikan, 32(2), 95-105. DOI: https://doi.org/10.21009/PIP.322.2
Hamalik, O. (2011). Kurikulum dan pembelajaran (ed. ke-1). Bumi Aksara.
Hendriana, E. C., & Jacobus, A. (2017). Implementasi pendidikan karakter di sekolah melalui keteladanan dan pembiasaan. JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 1(2), 25-29. DOI: http://dx.doi.org/10.26737/jpdi.v1i2.262
Imelda, I., & Tulak, T. (2021). Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 4(1), 64–70. https://doi.org/10.47178/elementary.v4i1.1265
Khusnia, M., Kholidin, N., & Pravitasari, D. (2022). Kesulitan membaca siswa (studi kasus siswa kelas III di SDN Pujo Rahayu). FingeR: Journal of Elementary School, 1(1), 32–44. https://doi.org/10.30599/finger.v1i1.97
Lestari, S., Kania, C. A., Septiani, W. P., & Fajrullah, A. (2023). Problematika Kesulitan Belajar Siswa Kelas X di MA Darul Hidayah. An-nida: Jurnal Pendidikan Islam, 11(3), 165-176. DOI: https://doi.org/10.30999/an-nida.v11i3.3422
Lubis, S. I., & Harahap, Y. M. (2020). Peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui SRSD (Self-Regulated Strategy Development). Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(2), 121-133. DOI: https://doi.org/10.32696/jp2bs.v5i2.510
Mabaroh, B., & Sugianti, L. (2021). Gadget Addiction and the Students’ Achievement. International Journal of Social Learning (IJSL), 1(3), 321–332. https://doi.org/10.47134/ijsl.v1i3.59
Mason, L. H. (2013). Teaching students who struggle with learning to think before, while, and after reading: Effects of self-regulated strategy development instruction. Reading & Writing Quarterly, 29(2), 124-144.. https://doi.org/10.1080/10573569.2013.758561
Oktadiana, B. (2019). Analisis kesulitan belajar membaca permulaan siswa kelas II pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Munawariyah Palembang. Jip Jurnal Ilmiah Pgmi, 5(2), 143-164. https://doi.org/10.19109/jip.v5i2.3606
Pratiwi, I. M., & Ariawan, V. A. N. (2017). Analisis kesulitan siswa dalam membaca permulaan di kelas satu sekolah dasar. Sekolah Dasar: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan, 26(1), 69-76.. https://doi.org/10.17977/um009v26i12017p069
Prayogo, J. F. A., & Citrawati, T. (2023). Analisis bentuk kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(4), 2510–2520. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i4.6021
Rahim, F. (2005). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.
Rahman, M. (2022). Peran guru dalam penguatan literasi sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran11(2),145-158. https://doi.org/10.xxxx/jpp.v11i2.2022
Ritawati. (1996). Pengajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Robbins, S. P. (2007). Organizational behavior (11th ed.). Pearson Prentice Hall.
Samanian, S. & Roohani, A. (2018). Effects of Self-Regulatory Strategy Development on EFL Learners’ Descriptive Writing and Reflective Thinking. Research in English Language Pedagogy, 6 (1), 95-116 https://doi.org/10.30486/relp.2018.538782
Sukirno. (2009). Peningkatan keterampilan membaca permulaan melalui media gambar berseri pada siswa kelas I SDN 1 Sukaraja, Banyumas.
Yuliana, R. (2017). Pembelajaran membaca permulaan dalam tinjauan teori artikulasi penyerta. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 1, No. 2, pp.343–350).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Padila Ode Aru, Isrida Yul Arifiana (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









