Konstruksi Komunikasi Islam dalam Budaya Nongkrong Anak Muda Urban melalui Kajian Nilai Qawlan Sadidan pada Interaksi Lisan Informal
DOI:
https://doi.org/10.71153/wathan.v3i2.464Keywords:
Komunikasi Islam, Budaya Nongkrong, Anak Muda, Qawlan SadidanAbstract
Budaya “nongkrong” telah menjadi bentuk interaksi sosial khas di kalangan anak muda Muslim urban sebagai ruang berdialog, berekspresi, dan membangun relasi. Namun, komunikasi informal dalam konteks ini sering kali mengabaikan nilai-nilai etika dan spiritual yang menjadi dasar komunikasi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman tentang konstruksi komunikasi Islam dalam budaya nongkrong anak muda Muslim urban melalui telaah nilai qawlan sadidan (perkataan yang benar dan membangun) dalam interaksi lisan informal. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah sumber-sumber Islam klasik dan literatur kontemporer tentang etika komunikasi serta perilaku sosial remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip qawlan sadidan tetap relevan sebagai pedoman etika komunikasi sehari-hari bagi anak muda Muslim, dengan penekanan pada kejujuran, kesantunan, dan tanggung jawab. Integrasi nilai komunikasi Islam dalam budaya anak muda tidak menghambat kebebasan sosial, melainkan memperkuat kesadaran moral dalam hubungan antarmanusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi komunikasi Islam di kalangan generasi muda penting untuk membentuk komunikasi yang bermakna, etis, dan bernilai spiritual dalam kehidupan urban modern.
Downloads
References
Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford: Oxford University Press.
Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton & Company.
Habermas, J. (1984). The Theory of Communicative Action: Reason and the Rationalization of Society (Vol. 1). Boston: Beacon Press.
Hastuti, N. I., Fakhri, F., & Zulyadi, T. (2026). Strategi Komunikasi Pemasaran Siti Munira Olshop dalam Meningkatkan Konsumen. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1), 57-72. https://doi.org/10.71153/wathan.v3i1.406
Heryanto, A. (2019). Budaya Nongkrong dan Identitas Anak Muda di Perkotaan. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(1), 55–68.
Hidayat, F., Maizuddin, M., & Djuned, M. (2025). Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak Menurut Tafsir Ibnu ‘Asyur. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 52-67. https://doi.org/10.71153/wathan.v2i1.201
Mustofa, M. (2021). Komunikasi Nabi Muhammad dalam Perspektif Etika Komunikasi Islam. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(2), 112–123.
Rahmawati, N., & Yusuf, H. (2021). Literasi Komunikasi Islam di Kalangan Remaja Muslim Perkotaan: Studi Komunitas Kajian Keagamaan. Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 45–58.
Ramadhani, D. (2019). Nilai-Nilai Komunikasi Islam dalam Lingkungan Pendidikan Pesantren. Jurnal Ilmu Komunikasi Islam, 7(1), 25–35.
Saggaf, M. I., Arif, M. W., Habibie, M., & Atqiya, K. (2021). Prinsip Komunikasi Islam Sebagai Etika Bermedia Sosial. Journal of Communication Studies, 1(1), 15–29. https://doi.org/10.37680/jcs.v1i01.698
Suryani, N., & Rahmah, L. (2020). Implementasi Nilai Qawlan Sadidan dalam Dakwah Digital di Media Sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 12(2), 140–155.
Wang, C. (2016). The Rise of Post-Truth Culture: Communication Ethics and Social Media. Journal of Media Studies, 8(3), 101–115.
Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Buku Referensi Metodologi Penelitian Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.
Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indra Indra, Ade Irma, Fakhri Fakhri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









