Konsep Amor Fati Menurut Islam Dan Filsafat Stoa

Authors

  • Muhammad Adly STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author
  • Sullati Armawi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.514

Keywords:

Amor Fati, Takdir, Islam, Stoa

Abstract

Takdir merupakan realitas eksistensial yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, namun sering kali dipahami secara tidak tepat. Sebagian manusia cenderung menerima ketentuan yang menyenangkan dan menolak ketentuan yang menyakitkan, sehingga melahirkan sikap keluh kesah dan prasangka negatif terhadap Tuhan. Dalam filsafat Stoa, terdapat konsep amor fati, yaitu sikap mencintai takdir sebagai bagian dari keteraturan rasional alam semesta. Sementara itu, dalam Islam dikenal konsep ridha terhadap qadha dan qadar sebagai bentuk kedewasaan spiritual dan keimanan. Berdasarkan problematika tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan utama: bagaimana konsep amor fati dalam filsafat Stoa, dan bagaimana konsep penerimaan takdir dalam Islam, serta bagaimana kemungkinan sintesis teologis-filosofis antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa karya filsuf Stoa, Al-Qur’an, dan kitab tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan komparatif untuk menemukan titik temu dan perbedaan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amor fati dalam Stoikisme menekankan penerimaan rasional terhadap ketentuan realitas alam semesta, sedangkan Islam menekankan penerimaan takdir berbasis tauhid, ikhtiar, dan tawakkal. Kesimpulannya, kedua konsep tersebut dapat dipertemukan dalam kerangka sintesis, di mana mencintai takdir tidak meniadakan usaha, melainkan menumbuhkan ketenangan batin, kedewasaan moral dan kebahagiaan sejati.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Admizal, I. (2021). Takdir dalam Islam (Suatu kajian tematik). Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah, 3(1).

Aziza, N. (2025). Konsep Jihad Menurut Sayyid Quṭb dan Fazlur Rahman. Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(3). https://doi.org/10.71153/fathir.v2i3.384

Creswell, John W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.

Darojat, K., & Soleh, A. K. (2023). Komparasi Konsep Ridha dalam Al-Qur’an dan Konsep Psychological Well Being. LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies, 2(4).

Fatimah, R. A., & Imamuddin, B. Komponen Makna “Ikhlas” Dan “Rida” Dalam Al-Quran. Multikultura, 2(1), 2. https://doi.org/10.7454/multikultura.v2i1.1128

Ilmi, M. I. Z., & Subakti, G. E. (2023). Islam dan Filsafat Stoisisme: Kajian Buku Filosofi Teras Karya Henry Manampiring. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 18(1). https://doi.org/10.31603/cakrawala.8399

Manampiring, Henry. (2019). Filosofi Teras: Filsafat Yunani-Romawi Kuno Untuk Mental Tangguh Masa Kini. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara.

Mochammad Aldy Maulana Adha. Amor Fati: Nietzsche dan Stoikisme (diakses pada tanggal 09 Januari 2026)

Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mustafa, I. (1392). Al-Ziyad, al-Mu’jam al-Wassith. al-Maktabah al-Islamiyah.

Nada, A. Z., & Soleh, A. K. (2025). Obyek ’Akal Bagi Kehidupan Manusia: Prespektif Al-Qur’an. Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(1). https://doi.org/10.71153/fathir.v2i1.183

Sa'diyah, F., & Sani, A. (2023). Doktrin qadar dalam Islam: Memahami dinamika antara free will dan determinisme. ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research, 1(2). https://doi.org/10.61683/isme.vol12.2023.11-23

Shihab, M. Quraish. (2002). Tafsir Al-Mishbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an Vol 1. Jakarta: Lentera Hati.

Siregar, A., Hermanto, E., Amanda, Z. M., & Maharani, S. (2025). Iman Kepada Qadar Allah; Cintai Takdirmu, Cintai Hidupmu, Telaah Krisis Dalam Surah Al-Baqarah: 216 & 286 Dan Ali-Imran: 139. Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, 17(4).

Sulidar, A., & Prabowo, Y. (2017). Wawasan Tentang Taqdir dalam Hadis. At-Tahdis: Journal Of Hadist Studies, 1(2), 5-21.

Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Buku Referensi Metodologi Penelitian Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.

Zed, Mestika. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Adly, M. ., & Armawi, S. . (2026). Konsep Amor Fati Menurut Islam Dan Filsafat Stoa. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(2), 278-291. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.514