Pendekatan Psikolinguistik dalam Pengayaan Pemahaman Tafsir Al-Qur’an

Authors

  • Denie Ekaputra Universitas PTIQ Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.484

Keywords:

Psikolinguistik, Tafsir Al-Qur'an, Pemaknaan Teks Keagamaan

Abstract

Pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai teks wahyu tidak hanya menuntut penguasaan aspek kebahasaan secara struktural, seperti gramatika dan semantik, tetapi juga pemahaman terhadap proses mental dan kognitif yang terlibat dalam penerimaan, pemrosesan, dan pemaknaan bahasa. Salah satu persoalan mendasar dalam kajian tafsir Al-Qur’an adalah adanya keragaman penafsiran yang dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang linguistik, psikologis, dan kognitif para penafsir, yang belum sepenuhnya dijelaskan oleh pendekatan tafsir konvensional. Berangkat dari problematika tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana pendekatan psikolinguistik dapat berfungsi sebagai nilai tambah dalam memahami tafsir Al-Qur’an serta sejauh mana kontribusinya dalam menjelaskan proses pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku-buku psikolinguistik dan linguistik, serta artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep-konsep utama psikolinguistik, seperti pemrosesan bahasa, pemahaman makna, relasi bahasa dan pikiran, serta mekanisme encoding dan decoding pesan, kemudian mengaitkannya dengan teori dan praktik penafsiran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan psikolinguistik memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya pemahaman tafsir Al-Qur’an. Psikolinguistik mampu menjelaskan variasi penafsiran sebagai konsekuensi dari perbedaan struktur kognitif, pengalaman linguistik, dan konteks psikologis pembaca. Dengan demikian, integrasi psikolinguistik dalam kajian tafsir berfungsi sebagai pendekatan komplementer yang memperluas horizon pemaknaan Al-Qur’an agar lebih kontekstual, holistik, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aitchison, Jean. (2012). Words in the mind: An introduction to the mental lexicon. Blackwell.

Al-Mahalliy, Jalaluddin Muhammad., & al-Suyuthi, Jalaluddin. ‘Abdurrahman. (2006). Tafsir al-Jalalain. Dar Ibn Kathir.

Al-Thabari, Muhammad bin Jarir. (1974). Tafsir al-Tabariy. Maktabah Ibn Taimiyah.

Arifuddin. (2010). Neuropsikolinguistik. PT Raja Grafindo Persada.

Arifuddin. (2010). Neuropsikolinguistik. PT RajaGrafindo Persada.

Ashur, Muhammad al-Tahir ibn. (1997). Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Dar Sahnun.

Aziz, Muhammad Thoriq. (2016). Asal usul bahasa dalam perspektif Al-Qur’an dan sains modern. Jurnal Kependidikan, 2(2).

Carroll, David W. (2008). Psychology of language (5th ed.). Thomson Wadsworth.

Chaer, Abdul, & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. (2015). Psikolinguistik: Kajian teoretik. Rineka Cipta.

Chomsky, Noam. (1965). Aspects of the theory of syntax. MIT Press.

Chomsky, Noam. (2006). Language and mind. Cambridge University Press.

Gadamer, Hans.-Georg. (2004). Truth and method. Continuum.

Harley, Trevor A. (2014). The psychology of language: From data to theory. Psychology Press.

Hassan, Tamam. (2007). Al-lughah wa al-ma‘nā. ‘Alam al-Kutub.

Hassan. (2018). Psikolinguistik: Urgensi dan manfaatnya pada program studi pendidikan bahasa Arab. Jurnal Al Mi’yar, 1(2).

Irham, M. (2019). Persepsi ujaran dalam kajian psikolinguistik. Jurnal Linguistik Terapan, 3(1).

Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Edisi ke-4). PT Gramedia Pustaka Utama.

Lisnawati, Iis. (2008). Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa. Jurnal EDUCARE, 6(1).

Oktavia, Y. (2016). Makna dan simbol dalam komunikasi bahasa. Jurnal Bahasa dan Sastra, 2(1).

Pinker, Steven. (1994). The language instinct. HarperCollins.

Rahman, Fazlur. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. University of Chicago Press.

Ridla, Rasyid. (1947). Tafsir al-Manar. Dar al-Manar.

Sapir, Edward. (1921). Language: An introduction to the study of speech. Harcourt, Brace & Company.

Setiyadi, Alif Cahya. (2009). Bahasa dan berbahasa perspektif psikolinguistik. At-Ta’dib, 4(2).

Shalihah, Siti. (2014). Otak, bahasa dan pikiran dalam mind map. Alfaz (Arabic Literatures for Academic Zealots), 2(2).

Shihab, Muhammad Quraish (2004). Tafsir al-Mishbaḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian al-Qur’an. Lentera Hati.

Shihab, Muhammad Quraish. (2013). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Mizan.

Suharti, S., et al. (2021). Kajian psikolinguistik. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Syamsuddin, Sahiron. (2017). Hermeneutika dan pengembangan ulumul Qur’an. Pesantren Nawesea Press.

Tarigan, Henry Guntur. (2009). Psikolinguistik. Angkasa.

Umar, Ahmad Mukhtar. (2003) ‘Ilmu al-Dilalah. Kairo: ‘Alam al-Kutub.

Zed, Mestika. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Ekaputra, D. (2026). Pendekatan Psikolinguistik dalam Pengayaan Pemahaman Tafsir Al-Qur’an. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(2), 195-214. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.484