Asbabun Nuzul dalam Studi Al-Qur’an: Pengertian, Urgensi, Kaedah, dan Aplikasinya dalam Penafsiran Al-Qur’an

Authors

  • Cut Ismalia Benazir STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author
  • Hidayatil Muslimah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.472

Keywords:

Asbabun Nuzul, Studi Al-Qur’an, Kaedah, Penafsiran Al-Qur’an

Abstract

Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW dalam konteks sejarah, sosial, dan budaya tertentu. Oleh karena itu, pemahaman terhadap sebab-sebab turunnya ayat (Asbābun Nuzūl) menjadi bagian penting dalam studi Al-Qur’an, khususnya dalam penafsiran ayat secara tepat dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian Asbābun Nuzūl, urgensi dan kegunaannya, kaidah-kaidah yang berkaitan dengannya, serta aplikasinya dalam penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, melalui penelaahan terhadap kitab-kitab tafsir, Ulumul Qur’an, dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Asbābun Nuzūl memiliki peran penting dalam membantu mufasir memahami konteks turunnya ayat, menghindari kesalahan penafsiran, serta menjelaskan hikmah dan tujuan pensyariatan hukum dalam Al-Qur’an. Selain itu, penerapan Asbābun Nuzūl harus dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan validitas riwayat dan kaidah-kaidah yang telah disepakati para ulama, khususnya prinsip keumuman lafaz dan kekhususan sebab. Dengan demikian, Asbābun Nuzūl tidak hanya berfungsi sebagai informasi historis, tetapi juga sebagai instrumen metodologis yang penting dalam menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang kontekstual, relevan, dan bertanggung jawab secara keilmuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dahlan, Abdul Aziz, et. al. (2006). Ensiklopedi Hukum Islam I. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Herni, et al. (2022). “Memahami Makna dan Urgensi Asbab Annuzul Quran”, Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis, Vol. 2 No. 2.

Imam Abu al-Hasan Ali bin Ahmad al-Wahidy al-Naisabury. (1991). Asbab al-nuzul Al-Qur’an, Cet. I. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah

Manaf, Abdul. (2024). “Asbabun Nuzul sebagai Asas dalam Memahami Ayat Al-Qur’an”, Tafakkur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 4 No. 2.

Manna’ al-Qaththan, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, h. 96-100.

Munawwir, Ahmad Warson, dan Al-Munawwir. (1997). Kamus Arab-Indonesia, Cet. 14. Surabaya: Pustaka Progressif.

Nasution, Abdurrahman. et. al. (2024). “Asbabun Nuzul dan Urgensinya dalam Kajian Ulumul Qur’an”, Sulawesi Tenggara Education Journal, Vol. 4, No. 3. Diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, al-Hakim yang bersumber dari Ali. Manna’ al-Qaththan, Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an.

Qardhawi, Yusuf. (2006). Kaifa nata’mal ma’a al-Qur’an. Diterjemahkan oleh Kathur Suhardi dengan judul, Bagaimana Berinteraksi dengan Al-Qur’an, Cet. IV. Jakarta: Pustaka al-Kautsar.

Rodiah, dkk. (2010). Studi al-Qur’an Metode dan Konsep, Yogyakarta: Elsaq Press.

Shahab, Husain. (2002). “Mengenal Asbab al-nuzul” dalam Sukardi KD. (ed.), Belajar Mudah Ulumul Quran; Studi Khazanah Ilmu Quran, Cet. I; Jakarta: Lentera.

Downloads

Published

2026-06-12

How to Cite

Benazir, C. I., & Muslimah, H. (2026). Asbabun Nuzul dalam Studi Al-Qur’an: Pengertian, Urgensi, Kaedah, dan Aplikasinya dalam Penafsiran Al-Qur’an. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(2), 149-164. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.472