Beban Ganda Perempuan Penanggung Jawab Keluarga Di Kelurahan Perbutulan Kabupaten Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.71153/wathan.v3i2.500Keywords:
Beban Ganda, Perempuan Penanggung Jawab Keluarga, PatriarkiAbstract
Fenomena perempuan sebagai penanggung jawab keluarga semakin meningkat di Indonesia, namun mereka sering kali terjebak dalam beban ganda akibat kuatnya budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beban ganda yang dialami perempuan penanggung jawab keluarga di Kelurahan Perbutulan, Kabupaten Cirebon, dengan menggunakan perspektif sosiologi keluarga dan kerangka teori gender Caroline Moser. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan (lima perempuan penanggung jawab keluarga dan dua suami). Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan menjalankan Triple Role secara simultan: peran reproduktif (domestik) tetap dipikul sepenuhnya tanpa bantuan suami yang signifikan; peran produktif dilakukan di sektor informal karena urgensi ekonomi; dan peran pengelolaan komunitas dilakukan sebagai upaya membangun modal sosial. Analisis kebutuhan gender menunjukkan bahwa meskipun kebutuhan gender praktis (kelangsungan hidup harian) telah terpenuhi melalui strategi ekonomi mandiri, kebutuhan gender strategis (kesetaraan posisi tawar dan pembagian peran) masih sulit dicapai. Hal ini disebabkan oleh norma gender display dan struktur patriarki yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat meskipun mereka telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Downloads
References
Afifah, I., Arisati, D., Khasanah, N. N., Amanda, D. N., & Mustafa, R. K. (2023). Women’s Dual Roles: Case Study of Informal Sector Working Mothers. 1(1), 40–56.
Apriliandra, S., & Krisnani, H. (2021). Perilaku Diskriminatif Pada Perempuan Akibat Kuatnya Budaya Patriarki Di Indonesia Ditinjau Dari Perspektif Konflik. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 1. https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.31968
Ardelia, D., & Pramiyanti, A. (2025). Double Burden In The Era Of Globalization: The Case Of Women Workers In Indonesia. TOPLAMA, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.61397/tla.v3i1.366
Arif, Z. Z. (2018). Peran Ganda Perempuan dalam Keluarga Pespektif Feminis Muslim Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Law, 1(2), 97–126. https://doi.org/10.35719/ijil.v1i2.195
Azizah, N., & Asmawati, W. O. (2024). Strategi Perempuan Kepala Keluarga Dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Di Kelurahan Kukusan Kota Depok. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 2(2), 68–78. https://doi.org/10.47861/tuturan.v2i2.918
BPS. (2022). Ada 12,72% Kepala Rumah Tangga Perempuan di Indonesia pada 2022. Dataindonesia.id.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Diyanti, R. E. (2024). Jam Kerja Berlebih pada Wanita Kawin Tenaga Kerja Sektor Informal di Nusa Tenggara Barat 2022. 13(3), 562–572.
Fitriani, H., Susanti, L. D., & Astuti, R. Y. (2020). Konflik Wanita Karir Dengan Beban Kerja Ganda (Double Barden) Hani. 02(01), 153–171. https://doi.org/10.32332/jsga.v2i01.2074
Harahap, A., & Wahyuni, H. (2021). Studi Islam dalam Pendekatan Gender. 05(1), 47–63. https://doi.org/10.24952/gender.v5i1.3733
Hisyam, C. J., Seruni, M. P., Aisyah, Tanur, D., Lestari, D., Razita, M. N., & Aufa, N. D. N. (2025). Peran Perempuan Dalam Rumah Tangga Dan Komunitas : Studi Kasus Ibu-Ibu Pkk Kel. Jatinegara Kec. Cakung Jakarta Timur. 2(2), 279–292. https://doi.org/10.61722/jirs.v2i2.5576
Huda, K., & Renggani, L. A. (2021). Perempuan Kapuk Dalam Ekspektasi Budaya Patriarki (Sebuah Analisis Beban Ganda Gender). Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 11(2), 184–198. https://doi.org/10.15548/jk.v11i2.395
Mahardika, A., & Mujahiddin. (2017). Model Strategi Perempuan Kepala Rumah Tangga Miskin Dalam Memenuhi Kebutuhan. Jurnal Warta, 54(1), 1829–7463. https://doi.org/10.46576/wdw.v0i54.291
Nandiya, T. A., & Andaryuni, L. (2025). Perempuan Kepala Keluarga dan Prinsip Kesetaraan Gender dalam Hukum Keluarga Indonesia. Jurnal Tana Mana, 6(3). https://doi.org/10.33648/jtm.v6i3.785
Ni’mah, Swarsono, R., Wargo, Munip, A., & Kurniawan. (2025). Peran Perempuan sebagai Pencari Nafkah. Jurnal Al Mujaddid Humaniora, 11(1), 73–81.
Ni Made Suari Dewi, & Tobing, D. H. (2025). Perempuan dan Patriarki: Gambaran Diskriminasi Terhadap Perempuan dalam Budaya Bali. SETARA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 7(01), 61–77. https://doi.org/10.32332/jsga.v7i01.9563
Ningrum, W., & Mas’udah, S. (2021). Konflik Dalam Keluarga Dan Kekerasan Suami Tidak Bekerja Terhadap Istri Pencari Nafkah Utama. 2015, 76–85.
Nisrochah, L., & Wulandari, D. A. (2026). Peran Ganda Perempuan dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga di Kabupaten Kendal. IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 10(2), 250–256. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v10i2.5594
Nuriana, D., Rusyidi2, B., & Fedryansyah, M. (2017). Mitigasi bencana berbasis sensitive gender. 0042, 179–194. https://doi.org/10.24198/share.v9i2.25562
Putri, D. P. K., & Lestari, S. (2015). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72–85.
Putri, P. W., & Kamala, L. D. A. B. (2026). Emansipasi Perempuan Bali di Tengah Cengkeraman Adat Patriarki: Analisis Feminisme. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1), 182–197. https://doi.org/10.71153/wathan.v3i1.469
Rao, N. (2014). Caste, Kinship, and Life Course: Rethinking Women’s Work and Agency in Rural South India. Feminist Economics, 20(3), 78–102. https://doi.org/10.1080/13545701.2014.923578
Rini, R. A. P. (2025). Data Keluarga 2025: Ada 14,5 Juta Keluarga Punya Kepala Keluarga Perempuan. Nasional.
Sakina, A. I., & Siti, D. H. (2013). Menyoroti budaya patriarki di indonesia.
Salfa, H. N. (2024). Peran Sosial Perempuan dalam Masyarakat dan Implikasinya terhadap Penempatan Perempuan Anggota Legislatif Pada Komisi-Komisi di DPR RI Periode 2019-2024. https://doi.org/10.22212/jp.v13i2.3163
Satriawan, D. (2022). Kepala Rumah Tangga Perempuan Pekerja Sektor Informal di Indonesia: Situasi dan Tantangan. Jurnal Wanita Dan Keluarga, 3(2), 64–76. https://doi.org/10.22146/jwk.1476
Setiadi, F. M., & Rahman, A. (2024). Peran Ganda Wanita dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga : Studi Kasus pada Wanita Pengemudi Ojek Suru-Suru All Delivery di Kabupaten Mandailing Natal The Dual Role of Women in Family Economic Resilience : A Case Study of Women Drivers in Suru-Suru All Deliver. 4(2), 100–110.
Soraya, A. A., Wijaya, R. P. C., & Panis, M. P. (2025). Gender Role Inequality in Marginalized Households. 7(3), 779–795.
West, C., & Zimmerman, D. (2007). Doing Gender. 1(2), 125–151.
Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Buku Referensi Metodologi Penelitian Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.
Wulantari, R. A., & Armansyah. (2018). Dampak Karakteristik Demografi Pada Perolehan Pendapatan Pekerja Perempuan Sektor Informal Di Kota Palembang. The Journal of Society & Media, 2(1), 37–52.
Zulaiha, E. (1979). Invisible Burden : Gender Inequality in Unpaid Household Labor in Indonesia. December 2018, 89–106.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mochammad Farhan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









