Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tingkat Kesepian Pada Remaja: Studi Kasus Di SMP Nusantara Plus
DOI:
https://doi.org/10.71153/wathan.v3i1.418Keywords:
Kecemasan, Kesepian, RemajaAbstract
Masalah kesehatan mental remaja seperti kecemasan dan kesepian menjadi isu signifikan yang kerap luput dari perhatian, padahal keduanya berpotensi mengganggu perkembangan psikososial remaja, termasuk dalam konteks pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesepian pada remaja siswa kelas VIII di SMP Nusantara Plus, Kota Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 114 responden yang dipilih dari populasi 160 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) untuk mengukur kecemasan dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur kesepian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di SMP Nusantara Plus memiliki tingkat kecemasan sedang, dengan jumlah sebanyak 55 responden (48,2%). Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan masih tergolong pada tingkat yang ringan bagi mayoritas remaja dalam konteks penelitian ini. Serta mayoritas responden juga mengalami tingkat kesepian sedang, yaitu sebanyak 50 responden (43,9%). Hasil analisis data korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kesepian dengan nilai koefisien korelasi sebesar ρ = 0.814 dan signifikansi p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin tinggi pula tingkat kesepian yang dirasakan remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi kesehatan mental di lingkungan sekolah guna meningkatkan kesejahteraan psikososial remaja.
Downloads
References
(WHO), W. H. O. (2023). Depression and Anxiety. World Health Organization Fact Sheets.
Cacioppo, J. T., Cacioppo, S., Capitanio, J. P., & Cole, S. W. (2015). The Neuroendocrinology of Social Isolation. Annual Review of Psychology, 66(1), 733–767. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010814-015240
Cacioppo, J. T., & Patrick, W. (2008). Loneliness: Human Nature and The Need For Social Connection. WW Norton & Company.
Fadilah, W. N., Megawati, M., & Astiriyani, E. (2018). Pengaruh Hipnosis Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Post Sectio Caesarea. Media Informasi, 14(2), 148–153. https://doi.org/10.37160/bmi.v14i2.214
Firdauz, E. S., & Kustanti, E. R. (2023). Hubungan Antara Kesepian Dengan Kecemasan Jauh Dari Smartphone Pada Siswa Kelas XI Di SMA Negeri 1 Tegal. Jurnal EMPATI, 12(4), 290–297. https://doi.org/10.14710/empati.2023.28338
Gloriabarus. (2022). Hasil Survei I-NAMHS: Satu dari Tiga Remaja Indonesia Memiliki Masalah Kesehatan Mental. Universitas Gadjah Mada.
Hards, E., Loades, M. E., Higson‐Sweeney, N., Shafran, R., Serafimova, T., Brigden, A., Reynolds, S., Crawley, E., Chatburn, E., Linney, C., McManus, M., & Borwick, C. (2022). Loneliness and mental health in children and adolescents with pre‐existing mental health problems: A rapid systematic review. British Journal of Clinical Psychology, 61(2), 313–334. https://doi.org/10.1111/bjc.12331
Heinrich, L. M., & Gullone, E. (2006). The clinical significance of loneliness: A literature review. Clinical Psychology Review, 26(6), 695–718. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2006.04.002
Indonesia, K. K. R. (2023). Remaja (10–18 tahun). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lodder, G. M. A., Scholte, R. H. J., Goossens, L., & Verhagen, M. (2017). Loneliness in Early Adolescence: Friendship Quantity, Friendship Quality, and Dyadic Processes. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 46(5), 709–720. https://doi.org/10.1080/15374416.2015.1070352
Malfasari, E., Leny, M. M., Febtrina, R., & Irfan, M. Z. (2023). Tindak Kekerasan terhadap Perkembangan Mental Emosional Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 455. https://doi.org/10.26714/jkj.11.2.2023.455-464
Mawarti, S. D., Nurlinawati, N., & Nasution, R. A. (2023). Hubungan Kecemasan dengan Kesepian pada Remaja Putri Boarding school di Pondok Karya Pembangunan Al-Hidayah Provinsi Jambi. Jurnal Ners, 7(2), 1760–1766. https://doi.org/10.31004/jn.v7i2.16655
Nursalam. (2013). Konsep dan Penerapan Metodologi penelitian Ilmu Keperawatan: Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian keperawatan. Salemba Medika.
Russell, D. W. (1996). UCLA Loneliness Scale (Version 3): Reliability, Validity, and Factor Structure. Journal of Personality Assessment, 66(1), 20–40. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa6601_2
Santrock, J. W. (2019). Child Development : Seventeenth Edition. In McGraw- Hill Education (Vol. 53, Issue 9).
Selatan, B. P. S. K. T. (2021). Web Services Profil Penduduk. Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan.
Statistik, B. P. (2023). Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur Dan Jenis Kelamin. Badan Pusat Statistik. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kualitatif dan R and D. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Vinca Anidya, Ati Kusmawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









