Konsep Nûr Muhammad Dalam Kitab Al-Insân Al-Kâmil Karya ‘Abdul Karim Al-Jîlî (Studi Kasus Dhamîr Huwa Dalam Surat Al-Ikhlas)

Authors

  • Irfan Rajes Universitas PTIQ Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i1.439

Keywords:

‘Abdul Karim al-Jîlî, Syeikh Amran Waly al-Khalidi, Tafsir Isyârî, Dhamîr Huwa, Surat Al-Ikhlas

Abstract

‘Abdul Karim al-Jîlî dalam kitabnya al-Insân al-Kâmil menafsirkan Dhamîr Huwa (insan) dalam surat Al-Ikhlas dengan narasi ”Katakan Dia-nya Muhammad itu Allah”. Al-Jîlî menafsirkan Dhamîr Huwa dengan metode tafsir isyârî dalam konteks hakikat sebagai kapasitasnya ulama sufi. Tafsir isyârî memberikan makna yang lebih mendalam dengan melihat hubungan antara Tuhan dan makhluk dalam konteks spiritualitas sufi. Syaikh Amran Waly al-Khalidi, seorang ulama sufi kontemporer di Aceh, mempertahankan ajaran tasawuf kesufian untuk menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dalam masyarakat modern, meskipun menghadapi tantangan berupa penolakan dan stigma dari sebagian kalangan. Dukungan beliau terhadap pendapat ‘Abdul Karim al-Jîlî dalam penafsiran Dhamîr Huwa dalam Surat Al-Ikhlas menimbulkan kontroversi, termasuk tuduhan bahwa ajaran ini mengarah pada paham panteisme. Perbedaan pendekatan ini mencerminkan dinamika pemikiran Islam dalam memahami hakikat ketuhanan dan peran manusia dalam kosmos. Polemik yang muncul terkait dengan konsep ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat antara ulama yang mendukung pendekatan tasawuf hakiki/zati/irfani dengan mereka yang berpegang pada tafsir tekstual. Pendekatan tafsir isyârî yang digunakan dalam penafsiran Dhamîr Huwa pada Surat Al-Ikhlas memberikan alternatif hermeneutik yang memperkaya khazanah tafsir Al-Qur’an. Tafsir ini tidak bersifat legalistik-formal, tetapi lebih berfokus pada penggalian makna batiniah dan esoterik dari teks suci. Dhamîr Huwa dalam ayat “Qul Huwa Allâhu Ahad” dimaknai secara simbolik sebagai cerminan hakikat Muhammadiyyah yang menyatu secara spiritual dalam kesempurnaan tauhid dan bukanlah bentuk penyamaan makhluk dengan Tuhan, melainkan cara untuk memahami kedekatan spiritual antara keduanya dalam perspektif sufi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aceh, M. (2017). Fatwa MPU Aceh No. 4 tahun 2017, “Tentang Kitab-kitab Tauhid yang Muktabarah di Aceh. MPU Aceh. https://mpu.acehprov.go.id

Al-Anshari, I. H. (2004). Mughnî al-Labîb ‘an Kutub al-A‘ârîb, Jilid 1. Dâr al-Hadîts.

Al-Banjari, M. A. (1996). Jawâmi’ al-Asrâr. Matba’ah Ahmadiah.

Al-Jîlî, A. K. (1975). Al-Insân al-Kâmil fî Makrifat al-‘Awâkhir wa al ‘Awâ’il. Dâr al-Fikr.

Al-Jîlî, A. K. (1997). Al-Insân al-Kâmil fî Ma‘rifat al-Awâkhir wa al-Awâ’il, Jilid 1. Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Jîlî, A. K. (2014). Insân Kâmil: Ikhtiar Memahami Kesejatian Manusia dengan Sang Khalik Hingga Akhir Zaman, diterjemahkan oleh Misbah Al Majid. Pustaka Hikmah Perdana.

Al-Razi, F. (1999). Al-Tafsîr al-Kabîr, Jilid 32. Dâr Iḥyâ’ al-Turâth al-‘Arabî.

Al-Thabrani. (2012). Al-Muʿjam al-Awsat, , Jili VI. Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Zamakhshari. (1995). Al-Kasysyâf ‘an Haqâ’iq al-Tanzîl wa ‘Uyûn al-Aqâwîl, Jilid 4. Dâr al-Kitâb al-‘Arabī.

As-Sumathrani, S. bin A. (2009). Jauhar Al-Haqaiq. Maktabah Al-Wathaniyah Liljumhuriyah Indonesia.

Bungin, B. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualsasi Metodologi ke Arah Ragam Variasi Kontemporer. Raja Grafindo Persada.

Handoyo, B. (2022). Fenomena Dan Dinamika Perkembangan Ilmu Tasawuf Di Aceh. Teungku, 1(1).

Handoyo, B. (2025). Kontroversi Ilmiah Dhamir Huwa Kalam Syekh Abdul Karim Al-Jili. Jatman.or.Id. https://jatman.or.id/kontroversi-ilmiah-dhamir-huwa-kalam-syekh-abdul-karim-al-jili

Hornbay, A. . (1963). Oxford Advanced Leaners Dictionary of Current English. Oxford University Press.

Mudzhar, A. (1998). Pendekatan Studi Islam, dalam Teori dan Praktek. Pustaka Pelajar.

Rubaidi, S., & Handoyo, B. (2023). Menghidupkan Kembali Khazanah Klasik Tasawuf Aceh. IMTIYAZ.

Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Metodologi Penelitian: Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.

Zaidan, Y. (1998a). Al-Fikr al-Shûfî Baina ‘Abdu al-Karîm al-Jîlî wa Kabâir al-Shûfiyyah. Dâr al-Amîn.

Zaidan, Y. (1998b). Al-Fikr al-Shûfî Baina ‘Abdul Karim al-Jîlî wa Kabâir al-Shûfiyyah. Dâr al-Amîn.

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

Rajes, I. (2026). Konsep Nûr Muhammad Dalam Kitab Al-Insân Al-Kâmil Karya ‘Abdul Karim Al-Jîlî (Studi Kasus Dhamîr Huwa Dalam Surat Al-Ikhlas). Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(1), 308-324. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i1.439