Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Budidaya Cabai Rawit Dan Pemanfaatan Eco-Enzyme Di Desa Bakungan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten
DOI:
https://doi.org/10.71153/zona.v3i3.651Keywords:
Ketahanan Pangan, Cabai Rawit, Eco-Enzyme, Pemberdayaan Masyarakat, KKNAbstract
Ketahanan pangan pada tingkat masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan rumah tangga dan komunitas dalam menyediakan serta mengakses pangan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan lahan yang tersedia untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura serta penerapan pengelolaan lingkungan yang mendukung keberlanjutan pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Kelompok 26265 di Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, melalui program Sosialisasi dan Praktik Tanam Mandiri dengan integrasi pemanfaatan eco-enzyme. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2026 dengan peserta sekitar 40 orang yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan anak-anak Pondok Pesantren Yatim Ora Mbejaji. Sebanyak 150 bibit cabai rawit ditanam pada lahan produktif berukuran sekitar 3 × 7 meter yang sebelumnya merupakan lahan kurang terawat. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi dan praktik langsung. Pemateri berasal dari masyarakat dan mahasiswa yang memiliki pengalaman dalam budidaya tanaman, yaitu Muhammad Zakky Harriansyah dan Ust. Dimas Cahyono. Selain praktik budidaya cabai, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik rumah tangga sebagai salah satu alternatif pendukung pemeliharaan tanaman. Keberlanjutan kegiatan dilakukan melalui pelibatan ibu-ibu PKK dalam pengelolaan lahan dan pemberian ruang bagi santri untuk menerapkan penanaman secara mandiri. Hasil pemantauan setelah berakhirnya masa KKN menunjukkan bahwa ibu-ibu PKK masih melanjutkan pengelolaan tanaman, sementara para santri telah menerapkan penanaman secara mandiri di lingkungan pondok. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi mulai mendorong keberlanjutan praktik ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Downloads
References
Ambarita, E., Michael, T. R. S., & Sipahutar, Y. H. (2023). Pelatihan Budidaya Sayuran Secara Hidroponik Guna Peningkatan Gizi Keluarga. Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 27(1), 75–79. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/abdimas/
Isnanto, I., & Mahmud, H. (2021). Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Tanaman Sayuran Melalui Teknik Hidroponik Bagi Karang Taruna dan Ibu-Ibu Rumah Tangga Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 10(2), 323–332. https://doi.org/10.37905/sibermas.v10i2.9676
Kuncoro, S., Ditha A, A., Amanda, A., Efrilia, D., Adelia P, D., Putra P, F., Ramdini, N., & Fajar, S. P. (2022). Penanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) Di Kelurahan Jelitik. BUGUH : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 78–83.
Kurniati, D., Maherawati, & Sulakhudin. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Tani Sayuran di Lahan Gambut untuk Meningkatkan Hasil dan Keberlanjutan di Kampung Gambut Kelurahan Siantan Hilir. Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 161–168. https://doi.org/10.30596/ihsan.v%vi%i.26663
Lustiyati, E. D., Untari, J., Rosali, W., & Dewi, D. (2024). Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Bagi Ibu Rumah Tangga. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 8(1), 9. https://doi.org/10.30595/jppm.v8i1.13336
Nurfathan, A. A., Fiani, T. S., & Ramadhani, Y. (2026). Intensifikasi Pekarangan: Strategi Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Budidaya Cabai. BERDAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1–8.
Pollin, S., & Retzlaff-Fürst, C. (2021). The School Garden: A Social and Emotional Place. Frontiers in Psychology, 12. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.567720
Sihite, I. F. (2024). Eco Enzyme dengan Kulit Buah dan Sayuran Beserta Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia. IKRAITH-TEKNOLOGI, 8(1). https://doi.org/10.37817/ikraith-teknologi.v8i1
Suharyanto, H. (2011). Ketahanan_Pangan. JSH: Jurnal Sosial Humaniora, 11(2), 186–194.
Suhita, C. P., Nurafian, D. A., & Setyaningrum, D. (2024). Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) melalui Pemanfaatan Hormon GSA (Giberelin Sitokinin Auksin) Organik. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 6(2), 852–868.
Trisnanto, A., Soekmadi, R., Arifin, H. S., & Pramudya, B. (2023). Analisis Keberlanjutan Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Kawasan Agrowisata di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21(3), 534–544. https://doi.org/10.14710/jil.21.3.534-544
Zikri, F., Prastowo, S., Salsabilla, A., Toshiba, A., Aulia, F. R., Dzikriyah, F. P., Kurniasari, I., Wahyuningsih, T., Desriyandi, P., Pondavi, K. B., & Pratiwi, N. (2025). Optimalisasi Limbah Organik Desa Klurahan Menjadi Ecoenzyme Guna Mencegah Hama Tikus. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(4), 7549–7556.
Zubaidah, S., & Asie, K. V. (2020). Pengembangan Tanaman Sayuran Organik di Pondok Pesantren Darul Amin Kota Palangka Raya. Jurnal Pengabdian Kampus, 7(1), 5–13.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azizah Ulinuha, Muhammad Sholihul Amir Abdul Latif, Siti Nur Azizah, Fitria Nova Wulandari, Hadiya Asna Na'im, Hanifah Adya Tsabitha, Putri Indiyana Nur Maylina, Intan Kumalasari, Sahila Dinar Cahyawati, Ghifari Mabrur Al Burhani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









