Pengaruh Persentase Abu Kulit Buah Kakao sebagai Substitusi Parsial Semen terhadap Kuat Tarik Belah Beton

Authors

  • Meli Kanuru’ Universitas Kristen Indonesia Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Hernita Matana Universitas Kristen Indonesia Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Jufri Manga Universitas Kristen Indonesia Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.666

Keywords:

Beton, Abu Kulit Buah Kakao, Kuat Tarik Belah Beton, Substitusi Parsial Semen

Abstract

Beton merupakan material komposit yang terdiri atas semen, agregat halus, agregat kasar, dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan, yang komposisinya memengaruhi sifat mekanik seperti kuat tekan, kuat tarik belah, dan ketahanan terhadap lingkungan. Untuk mengurangi dampak lingkungan akibat produksi semen yang menghasilkan emisi CO₂, pemanfaatan bahan alternatif sebagai substitusi parsial semen terus dikembangkan. Salah satu bahan yang berpotensi digunakan adalah abu kulit buah kakao (cocoa pod husk ash) karena mengandung silika (SiO₂) sebesar 59,42% dan alumina (Al₂O₃) sebesar 11,10% yang berperan sebagai bahan pozzolan. Kandungan tersebut memungkinkan terjadinya reaksi dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen sehingga membentuk senyawa C-S-H tambahan yang berpotensi meningkatkan kinerja beton sekaligus mendukung penggunaan material yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan abu kulit buah kakao sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tarik belah beton. Penelitian  ini menggunakan abu kulit buah kakao sebagai substitusi parsial semen dengan variasi 5%, 7,5%, dan 10%. Benda uji berupa silinder berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm dengan total 12 sampel. Pengujian kuat tarik belah dilakukan pada umur beton 28 hari. Perancangan campuran beton mengacu pada SNI 7656:2012, sedangkan pengujian kuat tarik belah mengacu pada SNI 2491:2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu kulit buah kakao memengaruhi kuat tarik belah beton. Beton kontrol memiliki kuat tarik belah sebesar 1,698 MPa. Variasi 5% meningkat sedikit menjadi 1,699 MPa, sedangkan variasi 7,5% dan 10% menurun menjadi masing-masing 1,38 MPa dan 1,221 MPa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

SNI 15-2049-2004, N. d. . (2004). Sni 15-2049-2004. Journal of Nursing Measurement, 15(1), 5–14.

Anonim SNI, 03-4804-1998. (1998). Bobot Isi Agregat Halus dan Kasar. Badan Standarisasi Nasional, 14507.

Anonim SNI, 1971:2011. (2011). Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan. Badan Standarisasi Nasional.

Anonim SNI, 2816:2014. (2014). Metode uji bahan organik dalam agregat halus untuk beton Standard Test Method for Organic Impurities in Aggregates. Badan Standarisasi Nasional.

Audu Vincent E. M, M. Y. W. (2013). Use of Cocoa Pod Husk Ash as Admixture in Concrete. International Journal of Engineering Research & Technology (IJERT), 2(11), 3781–3793.

Badan Standardisasi Nasional. (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. SNI 03-2847-2002. Bandung: Badan Standardisasi Nasional, 251.

Badan Standardisasi Nasional. (2019). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung. Sni 2847-2019, 8, 720.

Bowan, P. A. (2021). Cocoa pod husk ash as partial replacement of cement in concrete production. Communications in Applied Sciences, 10.

Deanaova. (2020). Tinjauan Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash sebagai pengganti semen. Civil Engginering, 6–7.

Ganesan, K., Rajagopal, K., & Thangavel, K. (2007). Evaluation of bagasse ash as supplementary cementitious material. Cement and concrete composites, 29(6), 515-524. https://doi.org/10.1016/j.cemconcomp.2007.03.001

Hadipramana, J., & Putra, A. (2023). Studi terhadap potensi campuran abu kulit kakao dan serbuk cangkang telur sebagai pengganti pasir silika terhadap kekuatan tekan bata ringan. Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil), 4(1), 46-58. https://doi.org/10.53695/jm.v4i1.889

Lasino, L., Setiati, N. R., & Cahyadi, D. (2017). Karakteristik Beton Dengan Menggunakan Berbagai Jenis Semen (Concrete Characteristics Using Various Types Of Cement). Jurnal Jalan Jembatan, 34(1), 48-62.

Bharat, A., Kumar, R., Kumar, D. R., Wipulanusat, W., & Kumar, S. (2026). Effect of nano silica dosage on the performance and durability of high-performance concrete using experimental and AI-based modeling approaches. Journal of Structural Integrity and Maintenance, 11(2), 2624145. https://doi.org/10.1080/24705314.2026.2624145

Mulyono, Tri. (2005). Teknologi Beton. Penerbit Andi.

Patah, D., & Dasar, A. (2022, September). Strength Performance of Concrete using Rice Husk Ash as Supplementary Cementitious Materials (SCM). In Journal of The Civil Engineering Forum (Vol. 8, No. 3, pp. 261-276). https://doi.org/10.22146/jcef.3488

Prabowo, A. R., & Sofia, D. A. (2024). Analisis pengaruh jenis pasir sebagai agregat halus terhadap kuat tekan beton. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 6(1). https://doi.org/10.37058/aks.v6i1.11698

SNI-2847, 2013. (2013). SNI-2847. 2013. Persyaratan Beton Bertulang Untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. 1–265.

SNI 7656:2012. (2012). Sni 7656:2012. Tata Cara Pemilihan Campuran Untuk Beton Normal Beton Berat Dan Beton Massa, 1–44.

Surya, S. (2017). Analisa perbandingan mutu beton dengan sumber material agregat halus yang berbeda.

Tobi, D., & Bahar, I. (2005). Structural changes involved in protein binding correlate with intrinsic motions of proteins in the unbound state. Proceedings of the National Academy of Sciences, 102(52), 18908-18913. https://doi.org/10.1073/pnas.0507603102

Yuliani, F., & Gazali, F. (2020). Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 2(4), 119-124.

Anonim SNI, 03-1968-1990. (1990). Metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. Badan Standarisasi Nasional, 1–5.

SNI 03-1971-1990. (1990). Metode Pengujian Kadar Air Agregat. Badan Standar Nasional Indonesia, 27(5), 6889.

SNI-03-2834. (2002). Tata Cara Pembuatan Rencana Beton Normal.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Kanuru’, M., Matana, H., & Manga, J. (2026). Pengaruh Persentase Abu Kulit Buah Kakao sebagai Substitusi Parsial Semen terhadap Kuat Tarik Belah Beton. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(1), 337-346. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.666