Analisis Kadar Aspal Optimum Laston Lapis Pengikat (AC-BC) yang Mengandung Agregat Uncrushed dengan Metode Marshall (Studi Kasus: Material Sungai Sa'dan, Quarry Area Bittuang)
DOI:
https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.663Keywords:
Kadar Aspal Optimum, AC-BC, Agregat Uncrushed, Metode Marshall, Perkerasan JalanAbstract
Perkerasan jalan Laston Lapis Pengikat (AC-BC) memerlukan kadar aspal optimum (KAO) agar diperoleh keseimbangan antara stabilitas, kelelehan, dan rongga udara dalam campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KAO pada campuran AC-BC yang menggunakan agregat alami (uncrushed aggregate) dari Sungai Sa'dan, Quarry Area Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, melalui metode Marshall. Pengujian dilakukan di laboratorium terhadap karakteristik agregat kasar, agregat halus, dan aspal penetrasi 60/70, dilanjutkan dengan pembuatan benda uji pada lima variasi kadar aspal (4,5%; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5%) serta pengujian Marshall standar mengacu pada SNI 06-2489-1991 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Pengaruh penambahan agregat uncrushed sebesar 10% terhadap kinerja campuran turut dianalisis melalui pengujian Marshall Immersion pada masa perendaman 30 menit dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter Marshall, yaitu VIM, VMA, VFB, stabilitas, dan flow, memenuhi spesifikasi yang disyaratkan, dengan kadar aspal optimum diperoleh sebesar 5,50%. Pengujian Marshall Immersion menunjukkan adanya penurunan nilai VIM dan stabilitas seiring bertambahnya durasi perendaman, namun seluruh nilai masih berada dalam batas yang diizinkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa agregat uncrushed dari Sungai Sa'dan berpotensi dimanfaatkan sebagai material alternatif perkerasan jalan yang ekonomis dan berkelanjutan.
Downloads
References
Ambarura, D. J. M. (2021). Karakteristik Campuran AC-BC Menggunakan Batu Sungai Salo Pattejang Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Paulus Civil Engineering Journal, 3(4), 570-576. https://doi.org/10.52722/ztdajn17
ASTM C117. (2012). Standard Test Method for Materials Finer than 75-µm (No. 200) Sieve in Mineral Aggregates by Washing. ASTM International.
ASTM C136. (2012). Standard Test Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Aggregates. ASTM International.
ASTM D4791. (2010). Standard Test Method for Flat Particles, Elongated Particles, or Flat and Elongated Particles in Coarse Aggregate. ASTM International.
Damanik, R. (2023). Teknologi Bahan Perkerasan Jalan. Medan: Penerbit USU Press.
Direktorat Jenderal Bina Marga. (2018). Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan (Revisi 2). Jakarta: Kementerian PUPR.
R. F. Madallo, R. Mangontan, and Alpius, “Pemanfaatan Batu Sungai Apanang Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng Sebagai Agregat Pada Campuran AC-BC”, PCEJ, vol. 3, no. 4, pp. 531–537, Jan. 2024, https://doi.org/10.52722/w5fsbr76
Mangetan, Y., Madallo, E. S., & Wendani, A. (2021). Penggunaan Batu Sungai Seriti Kabupaten Luwu pada Campuran AC-BC. Jurnal Infrastruktur, 6(1), 22–30. https://doi.org/10.52722/j06sjy94
Narita, K. (2011). Pengaruh Filler terhadap Karakteristik Campuran Aspal Beton. Jurnal Transportasi, 11(1), 15–23.
SNI 03-4428-1997. (1997). Metode Pengujian Kadar Lumpur dan Sand Equivalent (SE). Badan Standardisasi Nasional.
SNI 06-2489-1991. (1991). Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall. Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1969:2016. (2016). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Badan Standardisasi Nasional.
SNI 1970:2016. (2016). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus. Badan Standardisasi Nasional.
Sukirman, S. (1992). Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova.
Wendani, A., Mangontan, A., & Datu, E. (2020). Studi Penggunaan Agregat Sungai Bittuang sebagai Campuran AC-BC. Jurnal Rekayasa Sipil, 7(2), 35–44. https://doi.org/10.52722/g5t7qk49
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angkil Sari, Ermitha Ambun Rombe Dendo, Abdias Tandi Arrang (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











