Evaluasi Kenyamanan Pencahayaan dan Termal pada Area Tunggu Panti Jompo Werdha Surya Surabaya dengan Bukaan Semi-Terbuka

Authors

  • Vania Candra Sanjaya Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Velicia Fang Nyoto Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Sarah Lestari Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Michael Christiano Sally Tutuhatunewa Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Ella Morissa Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.582

Keywords:

Kenyamanan Termal, Pencahayaan Alami, Lansia, Ruang Semi-Terbuka

Abstract

perancangan fasilitas bagi lansia karena dapat memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencahayaan alami dan kenyamanan termal pada area ruang tunggu Panti Werdha Surya yang menerapkan konsep bukaan semi-terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran intensitas pencahayaan (lux), suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin pada beberapa titik pengamatan dan waktu yang berbeda. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada lansia, staf, serta keluarga pengunjung untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kondisi lingkungan ruang tunggu. Hasil pengukuran kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan standar kenyamanan yang berlaku, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pedoman ASHRAE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukaan semi-terbuka mampu meningkatkan pemanfaatan pencahayaan alami dan mendukung terjadinya ventilasi silang yang efektif. Namun, kondisi tersebut juga menyebabkan fluktuasi suhu dan kelembapan yang cukup signifikan pada waktu-waktu tertentu sehingga memengaruhi tingkat kenyamanan termal pengguna. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan tingkat toleransi terhadap kondisi lingkungan antara lansia, staf, dan keluarga pengunjung. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan strategi desain pasif yang didukung oleh pengendalian lingkungan yang tepat diperlukan untuk mencapai keseimbangan antara kenyamanan visual dan kenyamanan termal pada ruang semi-terbuka di iklim tropis. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

ASHRAE. (2020). ANSI/ASHRAE Standard 55: Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy. Atlanta: American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers.

Boyce, P. R. (2014). Human Factors in Lighting (3rd ed.). Boca Raton: CRC Press. https://doi.org/10.1201/b16707

Brager, G., & de Dear, R. (1998). Developing an Adaptive Model of Thermal Comfort and Preference. ASHRAE Transactions, 104(1), 145–167.

Chen, Z., et al. (2018). Thermal Comfort in Semi-open Spaces: Field Study in Subtropical Climate. Building and Environment, 144, 366-376.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2011). Designing and Conducting Mixed Methods Research (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Fanger, P. O. (1970). Thermal Comfort: Analysis and Applications in Environmental Engineering. Copenhagen: Danish Technical Press.

Givoni, B. (1998). Climate Considerations in Building and Urban Design. New York: John Wiley & Sons.

https://doi.org/10.1111/j.1600-0668.2010.00657.x

Hwang, R. L., et al. (2009). Thermal Comfort Requirements for Occupants of Buildings in Hot-humid Climates. Building and Environment, 44(7), 1490-1498.

IES. (2011). Lighting Handbook (10th ed.). New York: Illuminating Engineering Society.

Koenigsberger, O. H., et al. (1974). Manual of Tropical Housing and Building. London: Longman.

Likert, R. (1932). A Technique for the Measurement of Attitudes. Archives of Psychology, 140, 1-55.

Nicol, J. F., & Humphreys, M. (2002). Adaptive Thermal Comfort and Sustainable Thermal Standards. Energy and Buildings, 34(6), 563-572. https://doi.org/10.1016/S0378-7788(02)00006-3

Ochoa, C. E., Aries, M. B. C., & Hensen, J. L. M. (2012). State of the Art in Lighting Simulation for Building Science: A Literature Review. Energy and Buildings, 46, 1–11. https://doi.org/10.1080/19401493.2011.558211

Ochoa, C. E., et al. (2012). Evaluating Daylight and Thermal Performance of Window Systems. Energy and Buildings, 54, 132-142.

Olgyay, V. (1963). Design with Climate: Bioclimatic Approach to Architectural Regionalism. Princeton: Princeton University Press.

Reinhart, C. F., & Wienold, J. (2011). The Daylighting Dashboard: A Simulation-based Design Analysis for Daylighting. Building and Environment, 46(2), 386-396. https://doi.org/10.1016/J.BUILDENV.2010.08.001

Schellen, L., et al. (2010). Differences Between Young Adults and Elderly in Thermal Comfort, Productivity, and Thermal Physiology in Response to a Moderate Temperature Drift and a Steady-state Condition. Building and Environment, 45(7), 1587-1595.

Van Hoof, J. (2008). Forty Years of Fanger’s Model of Thermal Comfort: Comfort for All?. Indoor Air, 18(3), 182-201. https://doi.org/10.1111%2Fj.1600-0668.2007.00516.x

World Health Organization. (2018). WHO Housing and Health Guidelines. Geneva: WHO Press.

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Sanjaya, V. C., Nyoto, V. F., Lestari, S., Tutuhatunewa, M. C. S., & Morissa, E. (2026). Evaluasi Kenyamanan Pencahayaan dan Termal pada Area Tunggu Panti Jompo Werdha Surya Surabaya dengan Bukaan Semi-Terbuka. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(2), 236-249. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.582