Digital Asabiyyah di Media Sosial: Polarisasi Kelompok dan Kooptasi Homeless Media oleh Otoritas Negara

Authors

  • Ryan Juliansyah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia Author
  • Ade Irma Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i3.574

Keywords:

Homeless Media, Digital Asabiyyah, Analisis Wacana Kritis, Network Society, Komunikasi Pemerintah

Abstract

Transformasi ekosistem komunikasi publik di Indonesia ditandai oleh pergeseran dari dominasi media massa konvensional menuju media baru yang terdesentralisasi, termasuk fenomena homeless media atau media nirkantor. Perubahan ini melahirkan ruang diskursus baru yang mendorong terbentuknya Digital Asabiyyah, yakni solidaritas sosial berbasis jaringan digital yang berpengaruh terhadap polarisasi politik dan sentimen kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontroversi kerja sama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dengan sejumlah homeless media melalui Indonesia New Media Forum (INMF) pada Mei 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif Sosiologi Komunikasi, teori Network Society Manuel Castells, dan konsep Asabiyyah Ibnu Khaldun. Data dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada dimensi makro, meso, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran strategi komunikasi negara dari pola defensif menuju pendekatan agresif-penetratif. Pada tingkat meso, terjadi perebutan network-making power melalui upaya penetrasi ke dalam ruang digital audiens organik. Pada tingkat mikro, penggunaan bahasa yang paternalistik dan elitis memunculkan resistensi dari media independen. Dalam perspektif etika komunikasi Islam, praktik kooptasi media yang tidak transparan bertentangan dengan prinsip qaulan sadida dan berpotensi merusak integritas ruang publik. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi struktural terhadap homeless media tidak hanya gagal mengendalikan otonomi sipil, tetapi juga berisiko memperkuat polarisasi dan mengancam kebebasan berekspresi di ruang digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, D. J., & Eriyanto. (2021). Political polarization and selective exposure of social media users in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(3), 268–283. https://doi.org/10.22146/jsp.58199

Anggara, S., & Pratama, H. S. (2019). Masyarakat jejaring, media sosial, dan transformasi ruang publik: Refleksi mengenai fenomena Arab Spring dan “Teman Ahok”. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 9(3), 241–255. https://doi.org/10.17510/paradigma.v9i3.241

Annas, F. B., Petranto, H. N., & Pramayoga, A. A. (2019). Opini publik dalam polarisasi politik di media sosial. Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), 20(2), 111–126. https://doi.org/10.31346/jpikom.v20i2.2006

Antara. (2026). Transformasi komunikasi publik di era netizen ekspresif. ANTARA News.

Berau Terkini. (2026). Ramai polemik Bakom gandeng New Media, ini pengertian homeless media. Berau Terkini. https://berauterkini.co.id/ramai-polemik-bakom-gandeng-new-media-ini-pengertian-homeless-media/

Dailami, I. (2019). Komunikasi secara bi al-hikmah dalam al-Qur'an. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 2(1), 21–32. https://doi.org/10.22373/jp.v2i1.5069

Dewantara, J. A., Syamsuri, Wandira, A., Afandi, A., Hartati, O., Cahya, N., Sapitri, P., & Nurgiansah, T. H. (2022). The role of buzzers in social media in guiding public opinion regarding political choices. JED (Jurnal Etika Demokrasi), 7(3), 681–694. https://doi.org/10.26618/jed.v7i3.8103

Fajarini, S. D., Yuliani, F., & Kurniawati, J. (2025). Peran algoritma media sosial dalam membentuk filter bubble dan echo chamber di kalangan milenial dan Gen Z Kota Bengkulu. Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM), 6(1), 205–226. https://doi.org/10.36085/jsikom.v6i1.8456

Fanani, A. F., Zakaria, M. F., & Pratomo, H. W. (2025). Asabiyah and social inequality in the digital age: An Ibn Khaldunian perspective on TikTok culture in Indonesia. Jurnal Adabiyah, 25(2). https://doi.org/10.24252/jad.v25i2a13

Gussela, M. D., & Sulastri, D. (2025). Transformasi digital dalam fungsi pengawasan Ombudsman: Implementasi e-government untuk pelayanan publik. SIYASI: Jurnal Trias Politica, 3(2), 101–118. https://doi.org/10.15575/sjtp.v3i1.51390

Hafis, A., Hisbullah, M. A., Ibrahim, M., & Yusrizal. (2025). Broken bonds: How capitalism, globalization, and technology erode 'Asabiyyah. Jurnal Sosiologi Reflektif, 19(2), 289–308. https://doi.org/10.14421/pa3sh156

Harian Disway. (2026). Bakom RI gandeng media homeless jadi mitra pemerintah, ini daftarnya! Harian Disway. https://harian.disway.id/read/945459/bakom-ri-gandeng-media-homeless-jadi-mitra-pemerintah-ini-daftarnya

Harriyani, H. (2024). Kesadaran Gen Z terhadap dinamika sosial-politik di Indonesia: Perspektif teori Ashabiyyah Ibnu Khaldun. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 4(1), 137–163. https://doi.org/10.14421/tqasrf92

Hidayat, M. T., & Guntur, Y. S. (2025). Transformasi digital melalui implementasi e-government pada organisasi sektor publik. Majalah Ekonomi. https://doi.org/10.36456/64gy9k92

Implementasi prinsip komunikasi Islam Qaulan Sadida Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mewujudkan moderasi beragama. (2024). El Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 6(2), 467–477. https://doi.org/10.21093/el-buhuth.v6i2.8152

Jati, W. R. (2016). Aktivisme kelas menengah berbasis media sosial: Munculnya relawan dalam Pemilu 2014. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 20(2), 147–162. https://doi.org/10.22146/jsp.24795

Kanal YouTube Resmi. (2026, Mei 14). Bakom RI umumkan 39 homeless media jadi mitra pemerintah [Video].

Kompas.com. (2026). Ketika Istana berupaya beri rumah dan mengooptasi “homeless media”. Kompas Nasional. https://nasional.kompas.com/read/2026/05/11/06300091/ketika-istana-berupaya-beri-rumah-dan-mengooptasi-homeless-media-

Manullang, E. R., Chairunisa, H., & Dalimunthe, S. F. (2026). Konstruksi ideologi dalam wacana video “Darurat Militer”: Analisis wacana kritis pendekatan Norman Fairclough. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(2), 647–656. https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i2.7187

Miqdad, M. (2024). Literature review: Buzzer politik dan pengembangan opini di media sosial di Indonesia. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 689–698. https://doi.org/10.52423/neores.v5i2.231

Mulyono, & Azhar. (2024). Analisis komunikasi: Efektivitas Qaulan Sadida terhadap dinamika interpersonal. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 5(1), 1006–1011. https://doi.org/10.35870/jimik.v5i1.594

Mustika, R. (2019). Pergeseran peran buzzer ke dunia politik di media sosial. Diakom: Jurnal Media dan Komunikasi, 2(2), 144–151. https://doi.org/10.17933/diakom.v2i2.60

Noor, M. U. (2018). Penilaian kualitas informasi sebagai bentuk sikap tabayyun ketika menerima informasi di sosial media dan internet. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi, 2(1), 33–40. https://doi.org/10.17977/um008v2i12018p033

Olenka.id. (2026). Menatap masa depan homeless media: Fenomena sementara atau tumbuh keberlanjutan? https://olenka.id/menatap-masa-depan-homeless-media-fenomena-sementara-atau-tumbuh-keberlanjutan

Parhan, M., Jenuri, & Islamy, M. R. F. (2021). Media sosial dan fenomena hoax: Tinjauan Islam dalam etika berkomunikasi. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 59–80. https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887

Pramono, M. F., Latief, M., & Setiawan, A. S. R. (2024). Asabiyyah concept according to Ibn Khaldun's: An effort to overcome Islamic political problems in Indonesia. PERSPEKTIF, 13(3), 785–792. https://doi.org/10.31289/perspektif.v13i3.11712

Raza, A. M., Aulia, N., & Sopian, S. (2025). The echo chamber effect: Analisis sosiologis peran algoritma media sosial dalam pembentukan solidaritas dan polarisasi kelompok di Indonesia. Jurnal Bincang Komunikasi, 3(1), 38–52. https://doi.org/10.24853/jbk.3.1.2025.38-52

Richard, I., & Andriana, D. (2026). The construction of the Bogor Creative Center issue as an antithesis to development narratives: A critical discourse analysis on homeless media @Kisruhdotcom. International Journal of Social Science and Human Research, 9(5), 3493–3506. https://doi.org/10.47191/ijsshr/v9-i5-08

Sari, W. P., Setyonegoro, A., & Priyanto, P. (2025). Analisis wacana kritis Norman Fairclough pada pemberitaan internasionalisasi bahasa Indonesia di media Antaranews.com. ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.59638/isolek.v3i1.417

Sugiono, S. (2020). Fenomena industri buzzer di Indonesia: Sebuah kajian ekonomi politik media. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 47–66. https://doi.org/10.15575/cjik.v4i1.7250

Tempo.co. (2026a). Govt meets with 'homeless media' representatives. En.tempo.co. https://en.tempo.co/read/2102182/govt-meets-with-homeless-media-representatives

Tempo.co. (2026b). Bakom: No partnership deal with 'homeless media'. En.tempo.co. https://en.tempo.co/read/2102552/bakom-no-partnership-deal-with-homeless-media

Zabieno, A. S., Damayanti, D., & Abdullah, A. Z. (2025). The role of AI, filter bubbles, and echo chambers in political and religious polarization on social media. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 25(2), 102–118. https://doi.org/10.21274/dinamika.2025.25.2.102-118

Downloads

Published

2026-10-11

How to Cite

Juliansyah, R., & Irma, A. (2026). Digital Asabiyyah di Media Sosial: Polarisasi Kelompok dan Kooptasi Homeless Media oleh Otoritas Negara. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(3), 451-474. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i3.574