Etika Komunikasi Digital dalam Penggunaan Media Sosial di Kalangan Masyarakat Aceh pada Era Modern Perspektif Moral, Sosial, dan Nilai-Nilai Islam
DOI:
https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i3.573Keywords:
Etika, Media Sosial, Komunikasi Digital, Moral, IslamAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya dalam penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi digital. Kehadiran media sosial memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi, menjalin komunikasi, menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga penyebaran dakwah Islam. Namun, penggunaan media sosial yang tidak dibarengi dengan etika dapat menimbulkan berbagai persoalan sosial seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, pencemaran nama baik, hingga menurunnya moral komunikasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya etika bermedia sosial dalam kehidupan modern serta mengkaji penerapannya berdasarkan perspektif moral, sosial, dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika bermedia sosial sangat penting diterapkan untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. Dalam perspektif Islam, penggunaan media sosial harus didasarkan pada prinsip tabayyun, kejujuran, sopan santun, menjaga kehormatan orang lain, serta menghindari fitnah dan penyebaran kebencian. Oleh karena itu, diperlukan pendidikan literasi digital, penguatan nilai moral, serta kesadaran individu agar media sosial dapat digunakan secara positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
Downloads
References
Agustin, S., Aini, N. Q., Wulandari, T., & Razzaq, A. (2026). Tabayyun sebagai prinsip komunikasi Islam dalam menghadapi hoaks. Nubuwwah: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 21–32. https://doi.org/10.21093/nubuwwah.v4i01.13126
Al-Faqiha, M. H., & Azzahra, F. (2026). Peran tabayyun dalam Islam untuk mengatasi hoax dan misinformasi di media sosial. Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Filsafat, 3(2), 122–133. https://doi.org/10.61132/akhlak.v3i2.2159
Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran kompetensi literasi digital terhadap konten hoaks dalam media sosial. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 43–52. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v20i2.6019
Anas, M. (2025). Potret dakwah digital di era modernisasi: Studi media sosial sebagai media dakwah. Al-Muttaqin: Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.63230/almuttaqin.v6i1.199
Aradhana, A. A. A., & Pangaribuan, C. S. (2022). Cyberbullying in media social: A mainstreaming the victim protection principles in Indonesian criminal justice system. Indonesia Media Law Review, 1(2), 99–122. https://doi.org/10.15294/imrev.v1i2.60587
Azhar, A., & Soponyono, E. (2020). Kebijakan hukum pidana dalam pengaturan dan penanggulangan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2(2), 275–290. https://doi.org/10.14710/jphi.v2i2.275-290
Budyatmojo. (2024). Pengaruh media sosial terhadap cyberbullying di kalangan remaja di Indonesia. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 15(2), 66–79. https://doi.org/10.31764/jmk.v15i2.25330
Bustami, B., Siregar, A. R., Harahap, A., & Nasution, M. S. (2024). Etika komunikasi media digital di era post-truth. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa, 5(1). https://doi.org/10.22146/jpmmpi.v5i1.91604
Data APJII: Pengguna internet di Indonesia tembus 229,43 juta orang pada 2025. (2025, 6 Agustus). Bisnis.com. https://teknologi.bisnis.com/read/20250806/101/1899997/data-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-22943-juta-orang-pada-2025
Efianingrum, A., Dwiningrum, S. I. A., & Nurhayati, R. (2021). Cyberbullying pelajar SMA di media sosial: Prevalensi dan rekomendasi. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 8(2), 144–153. https://doi.org/10.21831/jppfa.v8i2.38300
Faridah, F., Amir, R. M., Budin, H. B., Azhar, A., & Mawaddah, S. N. (2025). Strategi dakwah di media sosial. Retorika: Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 7(1), 70–85. https://doi.org/10.47435/retorika.v7i1.3737
Fitrianti, & Jamil, M. S. (2025). Literasi digital sebagai faktor pendukung pencapaian SDGs 2030: Sebuah kajian literatur. Jurnal Media Akademik, 3(8). https://doi.org/10.62281/r6kh3q86
Haq, Z. A., Nurossobah, C., & Amar, A. S. (2026). Konsep tabayun dalam perspektif Islam sebagai upaya menghadapi hoax. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 3(2), 150–168. https://doi.org/10.61132/hikmah.v3i2.2210
Hasbi, M., Sucitra, S., & Fadillah, A. (2024). Peran media sosial dalam dakwah: Tantangan dan peluang di era digital. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 4(2), 17–23. https://doi.org/10.31004/joecy.v4i2.135
Kusumasari, D., & Arifianto, S. (2020). Makna teks ujaran kebencian pada media sosial. Jurnal Komunikasi, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.24912/jk.v12i1.4045
Muzaki, D., Nasichah, N., Raya, M. H., Fatiyah, N., & Damayanti, N. I. (2023). Etika dalam penggunaan media sosial: Perilaku komunikasi yang bertanggung jawab. Jurnal Teknik Informatika dan Elektro, 5(2), 60–72. https://doi.org/10.55542/jurtie.v5i2.706
Ningrum, D. J. (2019). Kajian ujaran kebencian di media sosial. Jurnal Ilmiah KORPUS, 2(3), 241–252. https://doi.org/10.33369/jik.v2i3.6779
Rambe, S., Simbolon, M. B., Hasibuan, R. L. A., Safika, N., & Simamora, I. Y. (2024). Etika komunikasi dalam menggunakan media sosial. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 4503–4510. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13072
Rindiani, Maswir, Septiansyah, N., Afriwandi, R., & Almubarak, I. F. (2025). Makna etika komunikasi dalam interaksi digital mahasiswa di media sosial. Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi, 6(1), 12. https://doi.org/10.53697/jkomitek.v6i1.3496
Riswanto, D., & Marsinun, R. (2020). Perilaku cyberbullying remaja di media sosial. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA, 12(2), 98–111. https://doi.org/10.31289/analitika.v12i2.3704
Sa'idah, F. L., Santi, D. E., & Suryanto, S. (2021). Faktor produksi ujaran kebencian melalui media sosial. Jurnal Psikologi Perseptual, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i1.5144
Susanti, S., Bangun, M. B., Wulandari, Y. D., Sinaga, M., Hasibuan, M. A., Sagala, A. C., & Sagala, A. A. (2024). Peran media sosial dalam meningkatkan literasi digital di kalangan remaja lingkungan Jalan Hm. Joni Medan. Jurnal Pendidikan Non Formal, 1(3), 7. https://doi.org/10.47134/jpn.v1i3.328
Turnip, E. Y., & Siahaan, C. (2021). Etika berkomunikasi dalam era media digital. TANJAK: Journal of Education and Teaching, 1(2), 127–135. https://doi.org/10.35961/tanjak.v1i2.152
Wahyuni, S. (2021). Etika berkomunikasi di media sosial (WhatsApp). EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 1(2), 156. https://doi.org/10.30821/eunoia.v1i2.1150
Yusril, M. (2024). Konsep tabayyun dalam Al-Quran: Analisis terhadap fenomena penyebaran hoax di media sosial. Tafasir: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir, 2(2), 96–111. https://doi.org/10.62376/tafasir.v2i2.41
Zulaecha, N. N., Hafidz, H., Pertiwi, B. N. O., & Nashihin, H. (2023). Pemanfaatan media sosial sebagai dakwah digital dalam penyiaran agama kalangan kaum milenial di Instagram (Ustadz Hanan Attaki). Attractive: Innovative Education Journal, 5(2), 534–547. https://doi.org/10.51278/aj.v5i2.763
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Furqan Fiqri (Translator)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












