Identifikasi Penerapan Konsep Sustainable Dan Biophilic Design Pada Kafe Komersial (Studi Kasus: The Spider Bugs Cafe)

Authors

  • Aylena Laurencia Novita Liminto Universitas Kristen Petra, Jawa Timur, Indonesia Author
  • Osee Malachi Teophilea Universitas Kristen Petra, Jawa Timur, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.532

Keywords:

Interior Kafe, Interior Berkelanjutan, Ruang Semi-Outdoor, Efisiensi Energi, Desain Biofilik

Abstract

Di era modern, perkembangan kafe komersial mengalami peningkatan yang signifikan, namun sebagian besar masih menitikberatkan pada aspek estetika tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus, terutama pada kafe yang berada di wilayah beriklim tropis yang memiliki potensi besar dalam penerapan strategi desain pasif. Pendekatan sustainable design dan biophilic design menjadi alternatif dalam menciptakan ruang yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efisien energi dan responsif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep desain berkelanjutan pada sebuah kafe komersial dengan karakter ruang semi-outdoor, yaitu The Spider Bugs Cafe di Taman Dayu, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi visual dan analisis dokumentasi yang berfokus pada aspek pencahayaan, ventilasi, pemilihan material, serta konfigurasi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pencahayaan alami, ventilasi silang, penggunaan material alami, serta pengolahan tata ruang mampu meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal pengguna. Penerapan elemen biofilik seperti vegetasi, air, serta koneksi visual dengan alam juga memberikan kontribusi terhadap kualitas pengalaman ruang dan kesejahteraan psikologis pengguna. Selain itu, hubungan visual dan fisik antara ruang dalam dan lingkungan luar memperkuat interaksi sosial serta menciptakan suasana ruang yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa perancangan ruang tidak hanya berfungsi sebagai solusi estetis, tetapi juga sebagai strategi ekologis dalam mewujudkan bangunan komersial yang berkelanjutan dan kontekstual terhadap lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bergman, D. (2012). Sustainable design: A critical guide. Princeton Architectural Press.

Calabrese, E. F., & Kellert, S. R. (2015). The practice of biophilic design. Terrapin Bright Green.

Cipta H, Mahendra. (2024). Desain Bangunan Berkelanjutan: Pendekatan Ramah Lingkungan. Tugas Mahasiswa Program Studi Arsitek, 1(1)

Cortesão, J., Koopmans, S., Lenzholzer, S., Steeneveld, G. J., & Heusinkveld, B. G. (2024). The ‘cooling urban water environments’ concept: Potential for application in practice. Journal of Urban Design, 29(2), 147–166. https://doi.org/10.1080/13574809.2023.2240248

Goshayeshi, D., Fairuz Shahidan, M., Khafi, F., & Ehtesham, E. (2013). A review of researches about human thermal comfort in semi-outdoor spaces. European Online Journal of Natural and Social Sciences, 2(4), pp-516.

Hidayat, M. S. (2017). Perencanaan Lingkungan Dan Bangunan Berkelanjutan Di Indonesia: Tinjauan Dari Aspek Peraturan Perundang-Undangan. Tataloka, 19(1), 15-28. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.1.15-28

Kellert, S. R., Heerwagen, J., & Mador, M. (2011). Biophilic design: The theory, science and practice of bringing buildings to life. John Wiley & Sons.

Kibert, C. J. (2016). Sustainable construction: Green building design and delivery. John Wiley & Sons.

Koenigsberger, O. H., Ingersoll, T. G., Mayhew, A., & Szokolay, S. V. (1974). Manual of tropical housing and building: Climatic design. Longman.

Lodhita, F., & Darmayanti, T. E. (2023). Tinjauan aplikasi green design pada interior café Boundary di Bandung dengan konsep homey. Jurnal Arsitektur, 7(2). https://doi.org/10.31289/jaur.v7i2.8648

Mawarni, I. A. S. D., & Ratnasari, A. (2025). Integrasi Elemen Biofilik: Strategi Peningkatan Kualitas Desain Dan Pengalaman Pengunjung Kedai Kopi: (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden). Jurnal Arsitektur ARCADE, 9(3), 435–442. https://doi.org/10.31848/arcade.v9i3.4017

Praganingrum, T. I., & Putra, I. P. M. P. (2023). Harmonisasi estetika dan desain berkelanjutan pada desain Born Urban Cafe. Jurnal Ilmiah Teknik Arsitektur. https://doi.org/10.36733/jikt.v14i2.12305

Priyoga, I. (2010). Desain Berkelanjutan (Sustainable Design). Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran, 8(1), 16-26.

Robertson, M. (2021). Sustainability principles and practice. Routledge.

Seftianingsih, D. K., & Wibawa, P. D. (2024). Analisis Konsep Alam pada Medjora Cafe dan Pengaruhnya terhadap Atmosfer Ruang. Rachana Interior, 1(02), 113-124. https://doi.org/10.33005/rachanainterior.v1i02.24

Syafii, N. I., Ichinose, M., Kumakura, E., Jusuf, S. K., Hien, W. N., Chigusa, K., & Ashie, Y. (2021). Assessment of the water pond cooling effect on urban microclimate: A parametric study with numerical modeling. International Journal of Technology, 12(3). https://doi.org/10.14716/ijtech.v12i3.4126

Terrapin Bright Green. (2014). 14 patterns of biophilic design.

https://www.terrapinbrightgreen.com

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Liminto, A. L. N., & Teophilea, O. M. (2026). Identifikasi Penerapan Konsep Sustainable Dan Biophilic Design Pada Kafe Komersial (Studi Kasus: The Spider Bugs Cafe). Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(2), 207-223. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.532