Israiliyat dalam Tafsir Al-Qur’an: Problematika Rujukan dan Penyebarannya di Sosial Media

Authors

  • Pikri Pikri STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author
  • Sullati Armawi STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.521

Keywords:

Israiliyat, Media Sosial, Otoritas Sumber, Literasi Digital

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena masifnya pergeseran penyebaran kisah-kisah Israiliyat dari literatur eksegetis klasik ke platform media sosial digital seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Kisah-kisah yang sarat dengan elemen eskatologis, supranatural, dan hagiografi para nabi tersebut kini sering direproduksi oleh para penceramah kontemporer sebagai komoditas konten dakwah demi meraih atensi dan interaksi audiens. Problematika utama yang diangkat dalam tulisan ini adalah minimnya dokumentasi rujukan dan terputusnya rantai sanad keilmuan dalam penyampaian narasi-narasi tersebut di ruang virtual. Hal ini berpotensi besar menimbulkan kesalahpahaman teologis terhadap pesan orisinal Al-Qur'an serta mendegradasi literasi keislaman masyarakat awam. Untuk mengurai permasalahan tersebut, penelitian ini mengadopsi metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkolaborasikan pendekatan multidisiplin, yakni Ulumul Tafsir dan Sosiologi Media. Data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur klasik otoritatif serta observasi virtual terhadap konten dakwah digital, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma media sosial secara tidak langsung mendorong penyebaran Israiliyat tanpa adanya filter metodologis, sehingga unsur asing (al-dakhil) sering kali diyakini sebagai kebenaran sejarah mutlak. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa untuk mengatasi krisis otoritas sumber tersebut, diperlukan penguatan literasi digital Islami secara menyeluruh. Solusi ini dapat diwujudkan melalui revitalisasi prinsip tabayyun bagi masyarakat selaku konsumen informasi dan kepatuhan terhadap etika komunikasi berlandaskan amanah ilmiah bagi penceramah, guna merestorasi validitas keilmuan di era siber.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Dhahabi, M. H. (2004). Al-Israiliyyat fi at-Tafsir wal Hadith. Maktabah Wahbah.

Albab, M. U. (2022). Al-Dakhil Dalam Tafsir Salafi Pada Konten Digital Almanhaj.or.id. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Aminullah, M., & Irsyadi, N. (2025). Analisis Riwayat Israiliyat tentang Kisah Nabi Daud dalam Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Abdurrazzaq Ash-Shan’ani. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 17(1), 52–70. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v17i1.1870

Cholillah, C., & Arju, A. N. (2024). Mediatisasi Agama Dalam Dakwah Halimah Alaydrus di Media Sosial Instagram. Al-Qudwah, 2(1), 83. https://doi.org/10.24014/alqudwah.v2i1.29092

Hermawati, Y., & Zuhriyah, L. F. (2025). Penyebaran Israiliat dalam Dakwah Islam di Indonesia: Menelusuri Sejarah dan Kontroversinya. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 10(1), 118–128. https://doi.org/10.29240/jdk.v10i1.12748

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Najiihah, K. (2024). Prinsip-Prinsip Komunikasi Etis Menurut Tafsir Al-Azhar Dan Relevansinya Dalam Bermedia Sosial, Studi Kasus: Instagram, Youtube Dan Tiktok. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Nasrullah. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Raihanah, R. (2015). Israiliyyat Dan Pengaruhnya Terhadap Tafsir Alquran. Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 5(1). https://doi.org/10.18592/jtipai.v5i1.1827

Rozali, M., & Lubis, N. S. (2022). Israiliyat: Histori Eksistensi Dan Tokoh. Al-Kaffah: Jurnal Kajian Nilai-Nilai Keislaman, 10(1), 145–163.

Sari, P. Dela, Masykuroh, S., & Hendro, B. (2024). Analisis Kisah Isra’iliyat Tentang Penyaliban Nabi Isa AS dalam al-Qur’an Surah al-Nisa: 157-158. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Tafsir Hadis, 13(2), 320. https://doi.org/10.29300/jpkth.v13i2.5118

Sofyan, M. A. (2026). Kisah Isra’iliyat Nabi Sulaiman dalam Membangun Baitul Maqdis. AL-MUSTAQBAL: Jurnal Agama Islam, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.59841/al-mustaqbal.v3i1.397

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Umam, K., & Alwizar. (2025). Isra’iliyat Dalam Tafsir Al-Quran. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 1249–1255. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1250

Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Metodologi Penelitian: Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.

Yasin, M., & Suhandi. (2020). Riwayat-Riwayat Israiliyyat Dalam Tafsīr Al Qur’an; Asal-Usul Dan Hukumnya. Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Al-Hadits, 14(2), 221–238. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v14i2.6503

Yati, A. M. (2015). Pengaruh Kisah-Kisah Israiliyyat Terhadap Materi Dakwah. Jurnal Al Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 21(1), 1–12. https://doi.org/10.22373/albayan.v21i31.127

Zahro, N. A. (2025). Israiliyat: Mengajarkan Atau Mengaburkan Ajaran Islam ? Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(3), 830–837.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Pikri, P., & Armawi, S. . (2026). Israiliyat dalam Tafsir Al-Qur’an: Problematika Rujukan dan Penyebarannya di Sosial Media. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(2), 126-139. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.521