Dialektika Hukum Hadis Tanakus (Anjuran Keturunan) dan Legalitas Sterilisasi Permanen: Tinjauan Fikih Kontemporer

Authors

  • Thahir Maloko Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Izyam B Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Mulyadin Mulyadin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.486

Keywords:

Hadis Tanakus, Sterilisasi Permanen, Fikih Kontemporer, Maqasid Syariah

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara kritis dan mendalam dialektika hukum yang timbul dari kontradiksi antara anjuran tanakus (memperbanyak keturunan) sebagaimana tercantum dalam hadis Nabi, dengan keputusan fikih kontemporer yang melegalisasi sterilisasi secara permanen (tubektomi/vasektomi) dalam kondisi-kondisi tertentu. Fokus utama adalah menganalisis bagaimana metodologi istinbath al-hukm (penarikan hukum) dalam fikih kontemporer menafsirkan hadis yang bersifat am (umum) dan non-imperatif dalam menghadapi kebutuhan mendesak (hajat/darurah) medis atau sosial-ekonomi. Melalui pendekatan kualitatif-analitis, ditemukan bahwa ulama kontemporer tidak menafikan anjuran tanakus, namun menempatkannya sebagai mandub (anjuran), bukan wajib. Legalitas sterilisasi permanen ditetapkan dengan mengedepankan prinsip Maqasid Syariah, khususnya Daru’ al-Mafasid (menghindari kerusakan) dan Hifzh an-Nafs (menjaga jiwa). Keputusan legalitas ini bersifat restriktif dan hanya berlaku jika kehamilan berikutnya secara medis dipastikan mengancam jiwa atau kesehatan permanen pasangan, serta setelah semua opsi kontrasepsi sementara terbukti tidak efektif atau berbahaya. Abstrak ini menyimpulkan bahwa fikih kontemporer menggunakan kerangka fleksibilitas syariah untuk mengakomodasi realitas modern, mentransformasi anjuran ideal menjadi hukum yang berorientasi pada kemaslahatan individual dan keluarga.

Downloads

Download data is not yet available.

References

al- Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

al-Khaṭṭābī, Abū Sulaymān. Ma'ālimus Sunan, Ed. Muḥammad Ḥāmid al-Fiqqī. Bairut: Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah; 2008.

al-Qardawi, Yusuf. (2001). Fatawa Mu'ashirah. Kairo: Maktabah Wahbah

al-Suyūṭī, Jalāl al-Dīn. (2011). Al-Ashbāh wa al-Naẓā'ir fī Furū' al-Fiqh al-Shāfi'ī, ed. Muḥammad Muʻtaṣim Billah al-Baghdadi. Bairut: Dār al-Fikr.

Al-'Utsaimin, Muhammad bin Shalih. (2003) Fathu Dzil Jalali wal Ikram Syarh Bulughil Maram. Riyadh: Madarul Wathon. 2003.

al-Zuhaili, Wahbah. (2009). al-Fiqh al-Usrah al-Muqāran (Damaskus: Dār al-Fikr.

Aris, M. Noor. (2015) “FATWA MUI TENTANG VASEKTOMI: Tanggapan Ulama dan Dampaknya terhadap Peningkatan Medis Operasi Pria (MOP),” Jurnal Ahkam 3. no. 1: 34–45.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).(2020). Pelayanan Kontrasepsi: Panduan Klinis . Jakarta: BKKBN.

Firdaus, Yusuf R. . dan Nur Kholis. (2023) "Prioritas Hifẓ an-Nafs atas Hifẓ an-Nasl: Kajian Fikih Medis Terhadap Ibu Hamil Berisiko Tinggi," Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam dan Peradilan Agama 14, no. 1: 42

Ibnu ‘Āsyūr, Muḥammad al-Ṭāhir. (2001) Maqāṣid al-Syarī‘ah al-Islāmiyyah. ed. Muhammad al-Habib Ibn al-Khawjah. (Amman: Dār al-Nafā’is

Ibnu Bāz, Abdul 'Azīz bin 'Abdullāh. (2000) Majmū' Fatāwā wa Maqālāt Mutanawwi'ah. Riyāḍh: Dār al-Qāsim

Ibnu Ḥanbal, Aḥmad. (2001). Musnad Aḥmad ibn Ḥanbal. Taḥqīq Shu‘ayb al-Arna’ūṭ. Beirut: Mu’assasat al-Risālah.

M. Darwis. "Analisis Hukum Islam terhadap Sterilisasi dalam Keluarga Berencana: Studi Komparatif Fatwa MUI dan Keputusan Fikih Kontemporer," Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum 55. no. 2.: 180–195.

Majma' al-Buhuth al-Islamiyah.(2010). Fatawa Majma' al-Buhuth al-Islamiyah. Kairo: Majma' al-Buhuth al-Islamiyah

Moch. Kholil. "Fleksibilitas Hukum Reproduksi Islam: Kajian Taqlīd al-Nasṣ (Pembatasan Teks) Terhadap Hadis Tanakus dalam Isu Sterilisasi." Jurnal Hukum Keluarga Islam 7, no. 1 (2024): 101–125

Muhammad Asnan, (2024) "Rekonstruksi Maqāṣid al-Sharī’ah dalam Isu Bioetika Kontemporer: Studi Kritis terhadap Fatwa Sterilisasi," Jurnal Hukum Islam 22, no. 1: 5.

Nurjanah, Siti. (2023) "Dialektika Qath’ an-Nasl dan Dharūrah Shar‘iyyah: Analisis Fatwa NU dan Muhammadiyah tentang Kontrasepsi Permanen," Jurnal Studi Fikih Indonesia 2, no. 2:160

Prasetyo, Yudi. (2024) "Prinsip Hifẓ an-Nasl dan Batasan Intervensi Medis Permanen: Analisis Terhadap Prosedur Vasektomi di Indonesia," Jurnal Hukum Kesehatan Islam 3, no. 1: 50.

Syaltut, Mahmud. (2004). Al-Fatāwā: Dirāsah li Mushkilāt al-Muslim al-Mu'āshir. Kairo: Dar al-Syuruq.

Wizāratul Awqāf wa asy-Syu’ūn al-Islāmiyyah (Kuwait), (2006). al-Mawsū'ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaytiyyah. Kuwait: Wizaratul Awqaf.

World Health Organization (WHO). (2015). Medical Eligibility Criteria for Contraceptive Use. Geneva: WHO Press.

Zubaidah, Siti. (2024) "Adaptasi Hukum Fikih dalam Menghadapi Ancaman Dharar Sosial: Tinjauan Kritis terhadap Fatwa MUI dan Perkawinan Usia Muda." Jurnal Ilmu Fikih Modern 1, no. 1: 40–55

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Maloko, T., B, I., & Mulyadin, M. (2026). Dialektika Hukum Hadis Tanakus (Anjuran Keturunan) dan Legalitas Sterilisasi Permanen: Tinjauan Fikih Kontemporer. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(2), 86-96. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i2.486