Kedudukan Anak Hasil Program Embryo Adoption Dalam Nasab Dan Hak Waris Menurut Fikih Kontemporer

Authors

  • Fauzul Fauzul Universitas Islam Negeri Alauddin, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Ahmad Muqrir Universitas Islam Negeri Alauddin, Sulawesi Selatan, Indonesia Author
  • Abdillah Mustari Universitas Islam Negeri Alauddin, Sulawesi Selatan, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.451

Keywords:

Anak, Embryo Adoption, Nasab, Hak Waris, Fikih Kontemporer

Abstract

Pernikahan merupakan institusi sosial dan agama yang mengharapkan kelanjutan generasi melalui kehadiran anak. Namun, tidak semua pasangan dapat memiliki anak kandung, sehingga pengangkatan atau adopsi anak menjadi alternatif untuk membentuk keluarga. Penelitian ini membahas perbedaan pengaturan hak waris anak angkat antara hukum Islam dan hukum perdata di Indonesia, serta implikasinya dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah dan fatwa kontemporer. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan komparatif, menganalisis literatur, regulasi, dan fatwa terkait hak waris anak adopsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, anak angkat tidak memiliki hak waris karena nasab biologis tetap melekat pada orang tua kandung, tetapi dapat menerima hibah atau wasiat wajibah maksimal sepertiga harta orang tua angkat. Dalam hukum perdata, anak adopsi memiliki hak waris setara anak kandung. Dari perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, praktik pengangkatan yang melibatkan pihak ketiga dan mengaburkan nasab dilarang, karena dapat menimbulkan kemudharatan hukum dan sosial. Fatwa kontemporer menegaskan bahwa pengangkatan anak diperbolehkan hanya dalam kerangka kafalah, yakni pengasuhan, pendidikan, nafkah, dan perlindungan, tanpa mengubah nasab atau hak waris. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi harmonisasi praktik pengasuhan anak dalam masyarakat Muslim.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Fajarwati. (2024). Hak Dan Kewajiban Anak Angkat. Jurnal Tahqiqa : Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam, 18(2), 15–32. https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v18i2.238

Gilbar, R., & Tamir, S. (2025). Surplus Embryo Donation: Terminology And Ethico-Legal Perspectives. Journal of Law and the Biosciences, 12(2). https://doi.org/10.1093/jlb/lsaf009

Hannifa, V. S., Najwan, J., & Qodri, M. A. (2022). Hak Waris Anak Angkat dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Indonesia. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 3(1), 34–48. https://doi.org/10.22437/zaaken.v3i1.15919

Kushnir, V. A., Barad, D. H., Albertini, D. F., Darmon, S. K., & Gleicher, N. (2017). Systematic Review Of Worldwide Trends In Assisted Reproductive Technology 2004–2013. Reproductive Biology and Endocrinology, 15(1), 6. https://doi.org/10.1186/s12958-016-0225-2

Mahfiyyah, H., & Hafidz, J. (2021). Juridical Analysis of Court Decisions Regarding Adopted Children in Their Position as Sole Heirs. Sultan Agung Notary Law Review, 3(4), 1193. https://doi.org/10.30659/sanlar.3.4.1193-1201

Makka, M. M., Albatati, R. A., Hasan, F., & Alting, S. P. (2021). The Conversion of the Adopted Children’s Clan in the Village of Tumbak from the Islamic Law Point of View. Kawanua International Journal of Multicultural Studies, 2(1), 10–17. https://doi.org/10.30984/kijms.v2i1.16

Novi Heryanti, N. (2019). Konsep Anak Angkat Dalam Praktek Masyarakat Kluet (Analisis Perspektif Al-Qur’an). Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 16(1), 112. https://doi.org/10.22373/jim.v16i1.5745

Ramasari, R. D., Seftiniara, I. N., & Qhalos, D. A. (2024). Analysis of Procedures and Obstacles in the Child Adoption Process Based on Government Regulation Number 54 of 2007 concerning the Implementation of Child Adoption. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(1), 411–419. https://doi.org/10.57235/qistina.v3i1.2153

Sagita, H. (2020). Adopsi Dalam Pandangan Al-Qur’an: Kajian Tafsir Ijtima’i. PERADA, 3(2), 115. https://doi.org/10.35961/perada.v3i2.58

Setiawan, H. (2020). Pernikahan Usia Dini Menurut Pandangan Hukum Islam. Borneo : Journal of Islamic Studies, 3(2), 59–74. https://doi.org/10.37567/borneo.v3i2.268

Wibawa, V. S., Sudarsono, Istislam, & Hidayantina, S. (2023). Legal Protection for Adopted Children in Indonesia Through Court Determination. Journal of Social Sciences, 6(1), 127–135. https://doi.org/10.52326/jss.utm.2023.06(1).12

Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Metodologi Penelitian: Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.

Zimon, A. E., Shepard, D. S., Prottas, J., Rooney, K. L., Ungerleider, J., Halasa-Rappel, Y. A., Sakkas, D., & Oskowitz, S. P. (2019). Embryo donation: Survey of in-vitro fertilization (IVF) patients and randomized trial of complimentary counseling. PLOS ONE, 14(8), e0221149. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0221149

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Fauzul, F., Muqrir, A., & Mustari, A. (2026). Kedudukan Anak Hasil Program Embryo Adoption Dalam Nasab Dan Hak Waris Menurut Fikih Kontemporer. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(1), 146-160. https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.451