Nafkah Masa ‘Iddah Antara Ajaran Al-Qur’an Dan Praktik Masyarakat Gampong Peuniti Kota Banda Aceh

Authors

  • Alif Wiga Asyraq Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.71153/fathir.v3i1.395

Keywords:

Nafkah, ‘Iddah, Al-Qur’an, Resepsi, Gampong Peuniti

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara ajaran normatif Al-Qur’an tentang nafkah masa ‘iddah dengan praktik yang berlangsung di masyarakat Gampong Peuniti, Kota Banda Aceh. Permasalahan ini berangkat dari temuan awal bahwa banyak perempuan yang telah dicerai tidak mendapatkan hak nafkah selama masa ‘iddah sebagaimana diatur dalam surat at-Thalaq ayat 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan living Qur’an dan teori resepsi fungsional untuk memahami bagaimana masyarakat menerima dan mengamalkan ayat-ayat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data meliputi informan utama dari masyarakat setempat serta literatur sekunder seperti buku, artikel, dan tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi masyarakat terhadap ajaran nafkah masa ‘iddah bersifat pasif dan simbolik. Praktik tidak berjalan sesuai syariat karena rendahnya literasi keagamaan, faktor emosional pasca perceraian, serta lemahnya kontrol sosial. Kesimpulannya, implementasi ajaran Al-Qur’an terkait nafkah masa ‘iddah masih belum optimal dan memerlukan pendekatan edukatif dan sosial yang lebih komprehensif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aceh, B. P. S. K. B. (2025). Kota Banda Aceh dalam Angka 2025. Various Printing.

Al-Jaziri, A. ar-R. (1996). Kitab al-Fiqh ‘alā al-Madhāhib al-Arba’ah, Juz IV. Dar al-Fikr.

Al-Jaziri, A. B. J. (2000). Ensiklopedi Muslim (Minhajul Muslim) Terj: Fadhli Bahri. Darul Fikr.

Azzam, A. A. M., & Hawwas, A. W. S. (2011). Fiqih Munakahat. Amzah.

Jazairy, S. A. B. J. Al. (2014). Pedoman Hidup Harian Seorang Muslim. UMMUL QURA.

Manzur, I. (1990). Lisan al-’Arab. Dar Sader.

Maraghi, A. M. Al. (1984). Tafsir Al-Maraghi, Jilid 2, Terj. Bahrun Abubakar. CV. Toha Putra.

Muchtar, K. (2004). Asas-asas Hukum Islam tentang Perkawinan. PT. Bulan Bintang.

Muhammad Jufri, & Rikki Arisandi. (2021). Talak Perspektif Syekh Qutbhi Dan Syekh Quraish Shihab. Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Keluarga Islam, 2(1). https://doi.org/10.35316/alhukmi.v2i1.1423

Puspita, R. A. (2019). Penafsiran Hakim Pengadilan Agama Kalianda terhadap Pasal 160 KHI tentang Penetapan Kadar Mut‟ah dan Nafkah ‘iddah”. IAIN Metro.

Rusyd, I. (1997). Bidayatul Mujtahid. Pustaka Amani.

Sabiq, S. (2009). Fiqh al-Sunnah, Jilid IV. Cakrawala Publishing.

Sabiq, S. (2016). Fiqh Sunnah. Insan Kamil.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an (Jilid 1). Lentera Hati.

Syarifuddin, A. (2014). Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Kencana Prenada Media Group.

Downloads

Published

2026-02-06

How to Cite

Asyraq, A. W. (2026). Nafkah Masa ‘Iddah Antara Ajaran Al-Qur’an Dan Praktik Masyarakat Gampong Peuniti Kota Banda Aceh. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(1), 154-176. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i1.395